6 komponen penyusun tanah

komponen penyusun tanah terdiri dari humus, organisme tanah, batuan, udara, air dan mineral
Komponen penyusun tanah

Bismillahirrahmanirrahiim

Tanah merupakan bagian permukaan bumi tempat berpijaknya manusia dan hewan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya serta tempat tempat hidupnya tumbuhan juga milyaran mikroorganisme. Tanah mempunyai peran yang penting bagi kelangsungan organisme dan ekosistem.

Baca juga : Apa peran organisme tanah

Apakah kamu mengetahui bahwa peran penting yang dimiliki tanah tersebut karena komponen-komponen yang terkandung di dalam tanah. Komponen-komponen yang terdapat dalam tanah memberikan nutrisi bagi tumbuhan dan mikroorganisme dalam tanah sehingga dapat tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan organisme juga akan memberikan manfaat bagi tanah. Jadi ada hubungan yang saling menguntungkan antara tanah dan organisme.

Artikel ini akan menjelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam tanah. Baca dengan santai dan relaks juga sampai tuntas ya...

Komponen-komponen Tanah

Komponen-komponen yang menyusun tanah terdiri dari bahan organik dan anorganik. Berikut ini penjelasan mengenai komponen organik dan anorganik yang menyusun tanah.

A. Komponen Organik

Komponen organik yang menyusun tanah terdiri dari humus dan organisme tanah. Berikut pembahasan mengenai humus dan organisme tanah.

1. Humus

Humus adalah komponen organik tanah yang dihasilkan dari dekomposisi (penguraian) bahan organik yang dilakukan oleh organisme pengurai seperti bakteri dan jamur. Bahan organik berasal dari hewan atau tumbuhan mati, daun yang gugur,  juga kotoran hewan.

Humus berperan dalam pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa yang terkandung dalam humus merupakan sumber makanan bagi tumbuhan dan dapat mengikat bahan kimia beracun dalam tanah.

Baca juga : Peran tanah bagi mahluk hidup

Selain itu, humus juga bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas kandungan air dalam tanah, membantu menahan pupuk kimia buatan yang larut dalam air, mencegah erosi tanah dan meningkatkan aerasi tanah. Tanah yang mengandung humus disebut tanah humus.

Tanah humus merupakan tanah dengan tekstur gembur, dan memiliki banyak pori-pori tanah yang memudahkan terjadinya pertukaran udara. Melalui pori-pori tanah tersebut, akar tanaman dapat memperoleh cukup udara.

Tanah humus mempunyai kemampuan untuk mempertahankan air sehingga kondisinya selalu lembab. Tanah humus juga mengandung mineral-mineral dan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan tanaman juga organisme di dalamnya.

2. Organisme tanah

Organisme tanah adalah organisme yang berperan dalam penguraian bahan-bahan yang berasal dari sisa mahluk hidup. Contoh organisne tanah antara lain bakteri, jamur, alga, serangga dan cacing tanah.

Ketika ada sisa mahluk hidup dalam tanah, organisne dekomposer seperti jamur akan menguraikan sisa-sisa mahluk hidup tersebut. Kandungan amonium (NH₄) dari sisa mahluk hidup yang sudah diuraikan, akan dipecah oleh bakteri nitrosomonas atau nitrosococcus menjadi nitrit.

Nitrit akan diubah melalui reaksi oksidasi menjadi nitrat. Pengubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri nitrobacter. Nitrat tersebut ada yang langsung digunakan oleh tumbuhan dan ada yang mengalami denitrifikasi. Denitrifikasi merupakan reduksi nitrat menjadi nitrogen. Denitrifikasi dilakukan oleh bakteri pseudomonas. Nitrogen dari denitrifikasi akan dilepaskan ke udara.

Nitrogen bebas di udara dapat diikat oleh bakteri azorobacter dan rhizobium. Melalui proses amonifikasi, nitrogen bentuk diubah menjadi amonia (NH₃). Amonia tersebut akan diubah menjadi amonium.

B. Komponen Anorganik

Komponen anorganik tanah terdiri dari batuan, udara, air dan mineral. Berikut penjelasan mengenai komponen-komponen anorganik tersebut.

1. Batuan

Batuan adalah bahan padat yang terbentuk secara alami dan tersusun atas campuran mineral dan senyawa. Batuan dapat berubah menjadi tanah melalui proses pelapukan. Pelapukan merupakan proses hancurnya batuan menjadi tanah. Pelapukan batuan membutuhkan jutaan tahun.

Terdapat 3 jenis pelapukan yaitu pelapukan fisika, kimia dan biologi. Pelapukan fisika disebut juga pelapukan mekanik. Pada pelapukan fisika, batuan akan berubah bentuk dan ukurannya. Pelapukan fisika umumnya disebabkan oleh perubahan cuaca atau suhu, tekanan dan kristalisasi garam.

Baca juga : Partikel dalam benda dan mahluk hidup

Pelapukan kimia merupakan hancurnya batuan menjadi tanah melalui perubahan unsur kimia penyusun batuan oleh reaksi kimia. Pelapukan batuan secara kimia dapat terjadi melalui hidrolisis atau oksidasi.

Adapun pelapukan biologi merupakan hancurnya batuan menjadi tanah yang disebabkan oleh aktivitas mahluk hidup seperti bakteri, jamur dan manusia.Berdasarkan proses terjadinya, batuan dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu : batuan beku, sedimen dan metamorf. Batuan dapat berasal dsri magma gunung berapi yang mendingin.

2. Udara

Di dalam tanah terdapat rongga atau celah. Rongga tanah terbentuk di antara butiran-butiran tanah, bebatuan, rongga antara butiran tanah dengan akar, maupun celah antara akar dengan batuan.

Baca juga : Sifat fisika dan kimia zat

Rongga tanah tersebut memungkinkan udara masuk ke dalam tanah. Udara dalam rongga tanah berguna bagi respirasi sel akar dan organisme tanah lainnya. Respirasi diperlukan untuk membentuk energi bagi sel akar dan organisme tanah.

3. Air

Seperri udara, air terletak di dalam pori-pori tanah. Pori-pori tanah merupakan rongga atau celah di dalam tanah. Rongga tanah terbentuk dari celah antara butiran tanah yang memiliki ukuran dan bentuk berbeda. Air tanah juga terletak diantara batuan, celah yang terbentuk dari akar dan butiran tanah atau celah antara akar dan batuan.

Kandungan air dalam tanah berguna untuk mengatur kelembaban air. Jumlah air yang cukup akan memberikan kehidupan optimal bagi kehidupan organisme tanah.

Kadar air yang rendah akan membuat tanah menjadi kering sehingga hanya organisme tertentu yang dapat bertahan hidup. Kadar air yang terlalu banyak seperti tanah gambut, membuat tanah tersebut kurang cocok bagi lahan pertanian.

4. Mineral

Mineral dalam tanah berupa kation maupun anion. Ion yang terkandung dalam mineral merupakan nutrisi bagi tumbuhan.

Ion dalam tanah berasal dari proses nitrifikasi maupun penguraian senyawa dari sisa-sisa bahan organik seperti daun yang jatuh ke tanah, sisa mahluk hidup yang mati maupun hasil aktivitas organisme tanah. Contoh ion yang terkandung dalam tanah antara lain : kalium (K⁺), kalsium (Ca²⁺), magnesium (Mg²⁺), nitrat (NO₃⁻), fosfat (PO₄³⁻), dan sulfat (SO₄²⁻).

Baca juga : Pembentukan ion dan fungsi ion

Berdasarkan uraian di atas, kamu dapat mengetahui bahwa terdapat 6 komponen yang menyusun tanah. Komponen penyusun tanah tersebut antara lain : humus, organisme tanah, batuan, udara, air dan mineral.

Sekian penjelasan mengenai komponen-komponen tanah. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuanmu tentang komponen organik dan anorganik yang menyusun tanah, sehingga dengan pengetahuan tersebut dapat menambah keimanan kamu kepada Allah SWT dan menambah kesadaran kamu akan pentingnya tanah bagi mahluk hidup.

Silahkan bagikan artikel ini kepada siapa saja agar dapat memperoleh manfaat juga dari artikel ini. Saling berbagi hal-hal yang baik dan bermanfaat. Baca juga artikel lainnya di ipamts.com.

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian