Nomor atom, nomor massa dan kegunaannya

NOMOR ATOM DAN NOMOR MASSA SERTA KEGUNAANNYA

Bismillahirrahmanirrahiim

Setiap benda di bumi terbentuk dari susunan atom melalui reaksi kimia. Saat ini ada sekitar 105 jenis unsur di alam yang sudah diketahui. Masing-masing atom tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Karakteristik yang berbeda dari setiap atom dikarenakan jumlah partikel subatom yang berbeda di setiap atomnya. Partikel subatom tersebut terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron terletak di dalam inti atom atau nukleus, sedangkan elektron terletak pada kulit atom.

Baca juga : Partikel subatom dan teori atom

Penomoran atom pada tabel periodik ditentukan menurut jumlah elektron. Pada atom yang netral, jumlah elektron akan sama dengan jumlah proton. Atom sebagai sebuah materi tentu memiliki massa. Massa atom ditentukan oleh jumlah proton dan neutron yang terletak di dalam inti atom.

Pengetahuan tentang nomor atom dan nomor massa sebuah atom memilki manfaat seperti mengetahui jumlah elektron valensi atom. Elektron valensi dari sebuah atom akan menentukan atom tersebut bermuatan listrik atau netral, jumlah energi untuk memecah atau menggabungkan atom dan lain-lain.

Sebenarnya apa sih nomor atom dan nomor massa serta apa saja kegunaannya. Nah, artikel ini akan membahas mengenai hal itu. Jadi baca sampai tuntas ya...

Nomor Atom dan Nomor Massa

Nomor atom merupakan jumlah proton yang terletak di dalam inti atom. Nomor atom juga menunjukkan jumlah elektron yang mengelilingi inti atom. Oleh karena itu, sebuah atom dalam keadaan netral memiliki jumlah proton yang sama dengan jumlah elektronnya. Simbol nomor atom adalah Z.  Nomor atom dapat dirumuskan sebagai berikut :

  • Z = jumlah proton (p) = jumlah elektron (e)

Adapun nomor massa merupakan jumlah partikel subatom yang terdapat di dalam inti atom yaitu proton dan neutron. Nomor massa menunjukkan massa sebuah atom. Simbol nomor massa adalah A. Rumus nomor massa yaitu :

  • A = p + n = proton + neutron
  • Jumlah neutron = Nomor massa - nomor atom atau
  • n = A - p

Penulisan atom dengan nomor atom dan nomor massanya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

penulisan simbol unsur beserta nomor atom dan nomor massa disertai contoh atomnya
Simbol unsur, nomor atom, nomor massa dan contohnya

Berdasarkan gambar dapat dilihat bahwa, nomor massa (A) ditulis sebagai superscript atau di sebelah kiri atas dari simbol atom (X). Adapun nomor atom (Z) ditulis sebagai subscript atau di sebelah kiri bawah dari simbol atom. Nilai nomor atom akan selalu lebih kecil dari nilai nomor massa.

Pada gambar juga dapat diperlihatkan contoh penulisan atom hidrogen, helium, karbon dan argentum. Hidrogen disimbolkan dengan H, memiliki nomor atom 1, yang menunjukkan jumlah eleketron hidrogen adalah 1, jumlah proton juga 1 dan jumlah neutron 0. Hidrogen memiliki nomor massa yaitu 1. Helium ditulis dengan He dengan nomor atom 2 dan nomor massa 4. Nomor atom 2 pada helium menunjukkan jumlah elektron dan protonnya adalah 2. Adapun jumlah neutron diperoleh dari pengurangan nomor massa (A) dikurangi nomor atom (Z) sehingga diperoleh jumlah neutron atom helium adalah 2.

Atom karbon ditulis dengan C memiliki nomor atom 6 dan nomor massa 12. Hal tersebut menunjukkan jumlah elektron dan proton atom karbon adalah 6 dan neutron juga 6. Pada Argentuk (perak) ditulis dengan Ag dan memiliki nomor atom 47 serta nomor massa 108. Hal tersebut menunjukkan bahwa perak memiliki elektron dan proton berjumlah 47 serta neutron berjumlah 61. Jumlah neutron diperoleh dari 108-47.

Setiap atom atau unsur memiliki nomor atom dan nomor massa. Nomor atom dan nomor massa menunjukkan sifat fisik, sifat kimia, ciri khas, dan kegunaan dari suatu atom. Apa saja kegunaan dari nomor atom dan nomor massa? Sekarang simak penjelasan mengenai kegunaan dari nomor atom dan nomor massa..lanjut baca...

Kegunaan Nomor Atom dan Nomor Massa

Berikut ini beberapa kegunaan mengetahui nomor atom dan nomor massa suatu unsur.

Menentukan konfigurasi elektron suatu atom

Konfigurasi elektron merupakan susunan elektron yang menempati kulit-kulit atom. Konfigurasi elektron ditentukan oleh nomor atom yang menggambarkan jumlah elektron yang mengelilingi inti atom. Melalui konfigurasi elektron dapat diketahui jumlah elektron pada kulit terluar. Elektron yang terdapat di kulit terluar disebut elektron valensi.

Elektron valensi akan mudah lepas ke atom lain atau menangkap elektron dari atom lain. Hal tersebut akan menyebabkan ikatan antar atom dan menghasilkan zat baru.

Elektron valensi juga akan menentukan suatu atom bermuatan listrik positif atau bermuatan listrik negatif. Ketika sebuah atom melepaskan elektron sehingga jumlah elektron lebih sedikit dari jumlah proton, maka akan menjadi ion positif atau kation. Jika atom tersebut menerima elektron sehingga jumlah elektron lebih banyak dari proton, maka akan menjadi ion negatif atau anion

Menentukan isotop, isoton dan isobar

Melalui nomor atom dan nomor massa, suatu atom atau unsur dapat dikelompokkan menjadi isotop, isoton dan isobar. Isotop merupakan atom-atom yang memiliki nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda. Isoton adalah atom-atom dengan nomor atom berbeda tetapi memiliki jumlah neutron yang sama. Isobar merupakan atom-atom dengan nomor atom berbeda tetapi memiliki nomor massa sama. 

Isotop, isoton dan isobar memiliki kegunaan masing-masing untuk kepentingan manusia. Salah satu manfaat isotop yaitu untuk menentukan umur fosil. Fosil merupakan sisa atau bekas mahluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Adapun cara mengukur umur fosil dilakukan dengan mengidentifikasi atom karbon yang terkandung di dalam fosil.

Di alam terdapat tiga jenis karbon yaitu C-12, C-13 dan C-14. Ketiga jenis karbon tersebut memiliki nomor atom yang sama yaitu 6. Adapun angka 12, 13 dan 14 merupakan nomor massa atom karbon. Jadi ketiga atom karbon tersebut isotop karena memiliki nomor atom yang sama tapi nomor massa berbeda. Perbandingam jumlah ketiga isotop karbon di alam adalah tetap.

Isotop karbon-14 dapat meluruh menjadi unsur lain dengan waktu paruh 5730 tahun. Waktu paruh merupakan waktu yang dibutuhkan oleh suatu unsur untuk meluruh setengah bagian atau separuh dari nilai awalnya. Misalnya, karbon-14 dengan massa 1,0 gram, maka massa karbon-14 akan berkurang menjadi 0,5 gram setelah 5730 tahun. Wow, lama banget ya.. Karbon-14 ini sangat reaktif sehingga mudah berikatan dengan oksigen lalu menjadi senyawa karbondioksida.

Karena jumlah karbon-14 pada tumbuhan dan hewan yang tetap selama masih hidup, maka ketika tumbuhan dan hewan tersebut mati, jumlah karbon-14 akan berkurang sebanding dengan waktu paruhnya. Melalui perbandingan antara jumlah karbon-14 yang masih ada di bagian fosil tumbuhan dan hewan yang sudah mati, dengan jumlah karbon-12 di udara, maka usia dari fosil dapat diketahui.

Baca juga : Partikel dalam benda dan mahluk hidup

Penutup

Atom-atom yang sudah diketahui oleh para ilmuwan kemudian diberikan penomoran berdasarkan jumlah proton atau elektronnya dari yang terkecil sampai terbesar. Tentunya penomoran atom tersebut memiliki tujuan untuk memberi kemudahan dalam memahami sifat-sifat kimia dari suatu atom. Sifat kimia atom seperti mudah bereaksi atau tidak, apakah akan membentuk ikatan tunggal atau ganda. Sifat kimia tersebut nantinya akan menentukan sifat fisika dari atom.

Adapun melalui nomor massa atom, seseorang dapat mengetahui atom tersebut termasuk logam berat yang berbahaya atau tidak tidak. Karena bila terjadi bioakumulasi atau pengumpulan unsur di dalam tubuh seperti timbal, merkuri dan lainya lalu tubuh tidak mampu menguraikannya, maka dapat menimbulkan bahaya atau dapat menimbulkan gangguan pada kerja organ tubuh sehingga dalam jangka waktu tertentu menimbulkan penyakit atau kerusakan organ tersebut.

Jadi belajar memahami nomor atom dan nomor massa memiliki manfaat yang besar bagi seseorang, karena benda-benda di sekitarnya bahkan dalam tubuhnya sendiri banyak mengandung atom. Melalui pengetahuan tersebut, diharapkan dapat menjaga diri dan keluarga agar dapat mengkonsumsi makanan dan minuman yang aman dan sehat bagi tubuh, juga dapat memilih produk-produk yang akan dipakai sehari-hari secara hati-hati dengan melihat kandungan dari produk yang akan digunakan.

Demikian pembahasan mengenai nomor atom, nomor massa dan kegunaannya. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan mengenai penulisan suatu unsur beserta nomor atom dan nomor massanya serta mengtahui jumlah elektron, proton dan neutron pada suatu unsur melalui nomor atom dan nomor massanya. Selain itu juga dapat mengetahui manfaat atau kegunaan dari mengetahui nomor atom dan nomor massa.

Jika artikel dirasa bermanfaat maka kamu dapat membagikannya ke teman kalian melalui ikon berbagi di bawah artikel ini. Silahkan baca artikel sains atau yang lainnya di ipamts.com.

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian