Partikel dalam benda dan mahluk hidup

PARTIKEL DALAM BENDA DAN MAHLUK HIDUP

Mahluk di bumi dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu biotik dan abiotik. Biotik adalah mahluk hidup yang memiliki ciri-ciri seperti berkembang biak, bernafas dan lainnya, contohnya manusia, hewan dan tumbuhan. Sedangkan abiotik adalah mahluk tidak hidup atau disebut juga benda. Benda merupakan molekul maupun campuran beberapa molekul. contoh benda antara lain : air, batu, udara dan lain-lain.

Biotik dan abiotik terbentuk dari susunan sesuatu yang sangat kecil. Biotik disusun oleh sel, sedangkan abiotik disusun oleh partikel yang disebut atom. Di dalam sel terdapat senyawa-senyawa seperti protein dan glukosa. Protein dan glukosa tersusun dari ikatan atom. 

Atom akan berikatan dengan atom yang sama maupun berbeda kemudian terbentuklah molekul, contohnya atom hidrogen (H) berikatan dengan oksigen (O) akan membentuk air dengan rumus molekul H₂O. Selain itu, atom juga dapat membentuk ion sehingga atom tersebut memiliki muatan listrik positif dan negatif.

Atom, molekul dan ion apa saja yan terdapat dalam benda dan mahluk hidup? Artikel kali ini akan menginformasikan kepada pembaca mengenai partikel atom, molekul dan ion yang terdapat pada benda dan mahluk hidup. Baca sampai tuntas agar tidak gagal paham. Selamat membaca. Artikel ini dapat diakses di ipamts.com.

Partikel Atom Dalam Benda dan Mahluk Hidup

Atom merupakan bagian terkecil dari unsur atau senyawa dan masih mempunyai sifat unsur atau senyawa tersebut. Suatu atom dapat berbentuk padat, cair dan gas. Struktur atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron terletak di dalam inti sel, sedangkan elektron terletak di kulit atom. Jumlah proton dan neutron akan menentukan massa sebuah atom. Adapun jumlah elektron akan menentukan nomor atom.

Baca juga : Memahani Definisi Atom dan Ion serta Molekul - IPA MTs

Jumlah atom yang sudah dikenali di bumi berjumlah 118 atom, seperti pada gambar di bawah ini :

atom di bumi dan simbolnya pada tabel periodik
Atom-atom di bumi dan simbolnya

Setiap benda atau zat tersusun dari atom, begitu dengan tubuh mahluk hidup. Jadi baca dengan santai apa saja atom yang menyusun benda atau zat, dan mahluk hidup.

A. Partikel Atom di dalam Benda

Benda adalah segala yang ada di alam dan memiliki wujud selain mahluk hidup. Benda dapat juga disebut dengan zat. Setiap benda atau zat tersusun dari partikel yang disebut atom. Jumlah atom dan susunan atom yang terdapat pada benda mempengaruhi wujud dan sifat benda tersebut.

Contoh benda-benda yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari antara lain air, udara, kayu, plastik, baja, magnet dan lain-lain. Benda-benda tersebut memiliki jumlah dan susunan atom yang berbeda.

Air adalah benda yang sangat dibutuhkan oleh manusia, tumbuhan dan hewan. Air yang dikonsumsi oleh mahluk hidup diperoleh dari siklus air. Rumus kimia dari air adalah H₂O. Berdasarkan rumus kimia tersebut dapat diketahui bahwa air tersusun dari 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom oksigen. Wujud air adalah berupa cairan, tetapi karena tersusun dari dua atom gas, maka wujud air dapat berubah menjadi gas melalui pemanasan yang disebut uap air, juga dapat berwujud padat ketika didinginkan.

Udara merupakan campuran dari berbagai zat gas di permukaan bumi. Udara terdiri dari tiga jenis yaitu udara kering, uap air dan aerosol. Udara kering terdiri dari nitrogen (N) dengan persentase 78,09%, oksigen (O) dengan persentase 20,95%, argon (Ar) dengan persentase 0,93%, karbondioksida (CO₂) dengan persentase 0,04% dan gas-gas lain seperti neon (Ne), helium (He), metana (CH₄), kripton (Kr), xenon (Xe), ozon (O₃), radon (Rn), dan hidrogen (H). Uap air merupakan air yang berbentuk gas diperoleh dari pemanasan atau evaporasi (penguapan) air sungai, danau, lautan dan tempat yang mengandung air lainnya. Adapun aerosol merupakan benda berukuran kecil seperti garam, karbon (C), sulfat (SO₄), nitrat (NO₄), kalium (K), kalsium (Ca) dan partikel dari gunung berapi.

Kayu berasal dari tanaman dan digunakan sebagai bahan pembuat pensil, meja, kursi dan lainnya. Kayu memiliki struktur padat dan keras serta kaku karena kandungan selulosa di dalam kayu. Rumus kimia dari selulosa adalah (C₆H₁₀O₅)n. Berdasarkan rumus kimia tersebut dapat diketahui bahwa atom penyusun selulosa dalam satu monomer terdiri atas 6 atom karbon (C), 10 atom hidrogen (H) dan 5 atom oksigen (O). Adapun n merupakan derajat polimerisasi yang menggambarkan jumlah monomer dalam suatu ikatan panjang.

Plastik merupakan bahan yang tersusun dari rantai panjang (polimer) terdiri dari atom-atom seperti karbon, oksigen, nitrogen, klor dan belerang (sulfur). Rantai panjang plastik terbentuk dari susunan unit-unit kecil yang disebut monomer. Plastik memiliki sifat lentur karena struktur yang panjang tersebut dan terdapat rongga antar rantai molekulnya.

Baja yang digunakan sebagai rangka rumah dan gedung atau lainnya tersusun dari atom karbon, mangan, fosfor, silikon, dan sebagian kecil oksigen, nitrogen serta alumunium. Baja juga dicampur dengan atom lain seperti nikel, krom, boron, vanadium, titanium, niobium dan molybdenum untuk memberikan ciri khas dari jenis-jenis baja.

Magnet merupakan benda yang dapat menarik suatu benda magnetik. Benda magnetik disebut juga ferromagnetik. Bahan-bahan ferromagnetik tersebut antara lain besi, baja, nikel, kobalt dan lainnya.

Itulah contoh kecil dari atom-atom yang menyusun benda dalam kehidupan sehari. Masih banyak lagi benda-benda lainnya yang disusun oleh atom. Silahkan kamu eksplor lagi dengan searching dari web lain atau dengan banyak membaca buku.

B. Partikel Atom dalam Mahluk Hidup

Atom yang menyusun tubuh manusia ada sekitar 25 jenis. 96% atom yang menyusun tubuh manusia terdiri dari oksigen (O), karbon (C), hidrogen (H) dan nitrogen (N). Persentase jumlah oksigen dalam tubuh manusia sebesar 65%, karbon 18,5%, hidrogen 9,5% dan nitrogen 3,3%.

Adapun 3,99% tubuh manusia terdiri atom kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), natrium (Na), klor (Cl) dan magnesium (Mg). Kalsium (Ca) berjumlah 1,5%, fosfor (P) 1%, kalium (K) 0,4%, sulfur (S) 0,3%, natrium (Na) 0,2%, klor (Cl) 0,2% dan magnesium (Mg) 0,1%.

Sisanya sebesar 0,01% terdiri dari boron (B), kromium (Cr), kobalt (Co), tembaga (Cu), fluor (F), iodin (I), besi (Fe), mangan (Mn), timah (Sn), vanadium (V) dan seng (Zn).

Berikut ini beberapa contoh atom yang menyusun organ-organ tubuh, nutrisi dan cairan lainnya pada manusia :

  • Rambut tersusun dari atom karbon, hidrogen, nitrogen dan sulfur.
  • Tulang tersusun dari atom kalsium, fosfor dan oksigen.
  • Gigi tersusun dari magnesium, natrium, flour, kalsium dan fosfor.
  • Sel darah merah tersusun dari atom besi dan oksigen.
  • Karbohidrat tersusun dari atom karbon, hidrogen dan oksigen.
  • Protein tersusun dari atom karbon, nitrogen, hidrogen dan oksigen.
  • Air tersusun dari hidrogen dan oksigen.
  • Karbon dioksida tersusun dari atom karbon dan oksigen.
  • Asam lambung tersusun dari atom hidrogen dan chlor.

Bagaimana dengan tumbuhan dan hewan ? Partikel atom inti penyusun hewan dan tumbuhan tidak jauh berbeda dengan manusia, yakni terdiri dari atom karbon, hidrogen dan oksigen serta nitrogen. Atom-atom tersebut akan berikatan membentuk kulit, tulang dan cairan tubuh.

Partikel Molekul dalam Benda dan Mahluk Hidup

Molekul adalah gabungan dua atau lebih atom yang sama maupun berbeda melalui ikatan kimia. Ikatan dua atau lebih atom yang sama disebut molekul unsur, sedangkan ikatan atom-atom yang berbeda disebut molekul senyawa.

Molekul unsur terbagi ke dalam dua kelompok yaitu unsur diatomik dan unsur poliatomik. Unsur diatomik terdiri dari ikatan dua atom yang sama, contohnya O₂ yang terdiri dari atom O (oksigen), H₂ yang tersusun atas atom H (Hidrogen) dan lain-lain. Adapun unsur poliatomik, atom penyusunnya lebih dari dua atom sejenis, contohnya O₃ (ozon) yang terbentuk dari tiga atom O, C₄ yang terbentuk dari empat atom C (karbon) dan lain-lain.

Molekul senyawa akan membentuk zat baru yang memiliki wujud dan sifat yang berbeda dengan atom-atom penyusunnya. Molekul senyawa terbagi menjadi senyawa organik dan senyawa anorganik. Senyawa organik merupakan senyawa yang berasal dari mahluk hidup, sedangkan senyawa anorganik merupakan senyawa yang menyusun dan berasal dari material atau benda tak hidup.

Pada bagian ini akan membahas molekul yang terdapat pada benda dan mahluk hidup. Ok, tetap lanjut baca nya. yaa...

A. Molekul dalam Benda

Benda di sekitar kita yang terlihat dan tidak terlihat, merupakan wujud dari molekul atau campuran beberapa molekul. Benda-benda tersebut memiliki sifat-sifat yang khas dan berbeda dengan benda lainnya. Sifat-sifat benda yang khas tersebut dikarenakan jenis dan jumlah atom penyusunnya juga struktur atau susunan molekul yang berbeda. Perhatikan contoh-contoh berikut :

O₂ yang merupakan molekul unsur dan terbentuk dari 2 atom O, bersifat tidak berbau dan tidak berwarna serta mudah bereaksi dengan atom lain. O₂ bermanfaat bagi manusia dalam proses respirasi yang akan memecah molekul glukosa menjadi karbon dioksida, air dan energi.

Ada juga O₃ yang merupakan rumus kimia dari ozon dan termasuk molekul unsur juga serta tersusun oleh 3 atom O. Tetapi Ozon bersifat beracun bila terhirup oleh mahluk hidup dan berbau tajam, walaupun ozon terbentuk dari oksigen yang terpapar sinar ultraviolet, arus listrik di udara (petir) dan radiasi elektromagnetik. Tetapi ozon berguna untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker kulit dan kerusakan genetik.

Air yang memiliki rumus kimia H₂O termasuk molekul senyawa karena terbentuk dari atom-atom berbeda yaitu atom hidrogen dan oksigen. Atom oksigen tersebut mengikat dua atom hidrogen. Bila terdapat dua atom oksigen mengikat dua atom hidrogen, maka akan terbentuk senyawa hidrogen peroksida dengan rumus kimia H₂O₂. Sifat dari hidrogen peroksida yaitu berwujud cair dan lebih kental dari air serta berfungsi sebagai pemutih juga tidak dapat dikonsumsi. Sifat hidrogen peroksida ini berbeda dengan sifat air.

Agar dapat memahaminya, perhatikan beberapa rumus molekul dari benda-benda yang ada di sekitar :

  • Karbondioksida memiliki rumus kimia CO₂ dimana satu atom karbon berikatan dengan dua atom oksigen.
  • Karbon monoksida memiliki rumus kimia CO dimana 1 atom karbon berikatan dengan 1 atom oksigen. Gas CO bersifat tidak berbau dan beracun bila dihirup oleh mahluk hidup serta dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna
  • Gas metan yang dihasilkan dalam biogas memiliki rumus kimia CH₄. Gas metan dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun energi alternatif.
  • Garam dapur memiliki rumus kimia NaCl. Garam dimanfaatkan sebagai pemberi rasa asin dan pengawet makanan.
  • Plastik memiliki rumus kimia C₂₂H₄₂O₄. Plastik sering digunakan sebagai pembungkus makanan, pembuat perabot rumah tangga seperti gayung, bahan pembuat pipa, bahan pembuat botol kemasan dan lain-lain.
  • Pupuk tanaman dengan rumus kimia NaNO₃ (natrium nitrat), NH₄NO₃ (amonium nitrat), (NH₄)₂SO₄ (amonium sulfat) dan NH₄Cl (amonium klorida). Pupuk tersebut digunakan untuk menyuburkan tanah sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan optimal.
  • Asam cuka memiliki rumus kimia CH₃COOH, biasanya digunakan sebagai pemberi rasa asam pada makanan.
  • Asam sulfat dengan rumus kimia H₂SO₄ yang digunakan sebagai pemutih karena bersifat asam kuat.

Senyawa-senyawa di atas termasuk ke dalam senyawa anorganik. Sebenarnya masih banyak lagi senyawa-senyawa lainnya yang menyusun benda-benda. Silahkan kamu mencari melalui searching atau membaca buku apa saja molekul yang menyusun benda-benda di sekitarmu. Berdasarkan kandungan molekulnya, dapat diketahui sifat-sifat dari benda tersebut dan kamu dapat menggunakan benda-benda tersebut dengan bijak untuk kebaikan dan kemudahan hidupmu.

B. Molekul dalam Mahluk Hidup

Molekul dalam mahluk hidup dikenal dengan biomolekul atau biokimia. Terdapat 4 komponen utama dalam biomolekul yaitu karbohidrat, protein, lipid (lemak) dan asam nukleat. Keempat komponen tersebut merupakan senyawa organik.

Karbohidrat

Karbohidrat adalah biomolekul yang terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen dengan perbandingan antara karbon:hidrogen:oksigen adalah 1:2:1. Rumus umum dari karbohidrat yaitu CₙH₂ₙOₙ. Bagi mahluk hidup, karbihidrat berfungsi sebagai sumber energi. Jumlah karbohidrat di bumi sangat melimpah di banding biomolekul lainnya.

Pada manusia dan hewan, karbohidrat dari makanan akan dipecah menjadi amilum atau pati dengan enzim amilase yang terdapat pada organ pencernaan. Amilum tersebut terdiri dari susunan antar ikatan gula sederhana (monosakarida) yang disebut glukosa. Rumus molekul dari glukosa yaitu C₆H₁₂O₆. Antar molekul glukosa yang satu dengan lainnya dihubungkan oleh ikatan glikosida. Ikatan glikosida merupakan ikatan kimia antar molekul monosakarida atau gula sederhana.

Pada tumbuhan, terjadi proses pembentukan glukosa melalui proses fotosintesis dengan menggunakan air dan karbondioksida. Glukosa tersebut akan disimpan bagian-bagian tumbuhan seperti akar, batang dan buah. Glukosa yang disimpan di dalam akar seperti pada tanaman singkong, ubi, wortel dan tanaman umbi akar lainnya atau tanaman kentang yang menyimpat glukosa di dalam batang, akan disusun menjadi amilum melalui ikatan ɑ-1,4 glikosida. Glukosa juga akan saling berikatan melalui ikatan β-1,4 glikosida membentuk selulosa. Adapun pada buah, monosakarida biasanya berbentuk fruktosa sehingga memberikan rasa manis.

Baca juga : Pengertian, bahan, proses, hasil dan manfaat fotosintesis pada tumbuhan

Lipid (lemak)

Lipid atau lemak dalam tubuh berperan sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K, sebagai cadangan energi, sebagai isolator juga sebagai penghangat tubuh, dan membantu menjaga kesehatan kulit serta rambut.

Lemak tersusun atas asam lemak trigliserida. Rumus kimia asam lemak tridliserida yaitu R-COOH atau R-CO₂H. Berdasarkan rumus kimia dari asam lemak tersebut dapat diketahui bahwa senyawa lemak terbentuk dari susunan karbon, hidrogen dan oksigen.

Manusia memperoleh lemak melalui proses pencernaan dengan bantuan enzim lipase. Enzim lipase akan memecah lemak menjadi asam lemak gliserol.

Protein

Protein merupakan biomolekul yang terbentuk dari satu atau lebih polipeptida. Polipeptida terdiri dari sejumlah peptida. Peptida merupakan ikatan antar beberapa asam amino. Ikatan antar satu asam amino dengan asam amino lainnya dalam protein disebut ikatan peptida.

Asam amino terbentuk dari ikatan atom karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen. Asam amino termasuk senyawa organik.

Protein memiliki manfaat besar bagi tubuh. Manfaat protein antara lain : mempercepat reaksi metabolisme tubuh, replikasi DNA, mengganti sel-sel tubuh yang rusak, berperan dalam pembentukan tulang, sebagai cadangan energi dan lain-lain.

Manusia mendapatkan protein melalui pencernaan protein dalam makanan. Pemecahan molekul protein menjadi asam amino dibantu oleh enzim tripsin yang dihasilkan oleh pankreas dan enzim pepsin yang dihasilkan oleh lambung.

Baca juga : Mekanisme pencernaan makanan secara mekanik, kimiawi dan biologis serta alurnya

Asam Nukleat

Asam nukleat adalah biomolekul yang tersusun atas nukleotida dan menyimpan informasi genetik. Jenis asam nukleat yang paling umum adalah asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).

Asam nukleat terdapat pada semua mahluk hidup yaitu pada bagian inti sel. Nukleotida penyusun asam nukleat mengandung basa nitrogen berupa purin dan pirimidin, gula pentosa dan gugus fosfat. Atom penyusun nukleotida yaitu karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen.

Selain senyawa organik di atas, dalam tubuh mahluk hidup juga terdapat senyawa anorganik. Senyawa anorganik tersebut antara lain air, karbondioksida, oksigen, garam, dan lain-lain.

Baca juga : Materi Genetik Kromosom dan Gen - IPA MTs

Partikel Ion dalam Benda dan Mahluk Hidup

Ion adalah atom atau molekul yang bermuatan listrik. Atom atau molekul yang bermuatan listrik positif disebut kation, sedangkan atom atau molekul yang bermuatan listrik negatif disebut anion. Suatu senyawa terbentuk karena adanya reaksi antara kation dan anion. Contohnya molekul air yang terbentuk dari ion hidrogen dan oksigen. Adapun reaksi kimianya seperti di bawah ini :

H⁺ + O²⁻ → H₂O

Benda dan molekul senyawa yang terkandung di dalam tubuh mahluk hidup, terbentuk dari reaksi ion-ion tersebut. Pada bagian ini akan diinformasikan apa saja ion-ion yang membentuk suatu benda dan yang terkandung di dalam tubuh mahluk hidup beserta manfaatnya. Ok. Lanjut...

A. Ion dalam Benda

Mungkin kamu sudah mengetahui tentang zat asam dan basa. Zat asam dan basa merupakan senyawa ionik. Suatu senyawa bersifat asam karena terdapat ion hidrogen (H⁺), dan suatu senyawa bersifat basa karena terdapat hidroksida (OH⁻ ).

Senyawa ionik dapat kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh senyawa ionik tersebut :

Asam Sulfat

Asam sulfat merupakan senyawa anorganik yang bersifat asam kuat. Rumus kimia dari asam sulfat adalah H₂SO₄. Asam sulfat terbentuk dari ion H⁺ dan SO₄²⁻. Asam sulfat banyak digunakan dalam pembuatan detergen, sebagai larutan elektrolit pada Accu dan lain-lain.

Natrium Hidroksida

Natrium hidroksida dikenal juga dengan soda api atau soda hidroksida. Rumus kimia natrium hidroksida adalah NaOH. Natrium hidroksida terbentuk dari ion Na⁺ dan OH⁻. Natrium hidroksida bersifat basa dan biasa digunakan dalam proses pembuatan bubur kayu dan kertas, pembuatan sabun dan detergen.

Garam Dapur

Garam dapur biasa digunakan sebagai bumbu dapur. Rumus kimia garam dapur adalah NaCl. Garam dapur terbentuk dari ion Na⁺ dan Cl⁺.

Natrium Florida

Natrium florida dapat kamu jumpai di pasta gigi yang berguna untuk memutihkan dan menguatkan struktur gigi. Natrium florida dirumuskan dengan NaF. Natrium florida terbentuk dari reaksi antara ion Na⁺ dan F

Nah itulah beberapa senyawa ionik yang dapat kamu jumpai dalam keseharian. Senyawa ionik lainnya masih banyak lagi. Jadi coba kamu perhatikan kandungan benda-benda di sekitarmu, apakah ada senyawa ionik dalam makanan, minuman atau yang lainnya.

B. Ion dalam Mahluk Hidup

Ion juga terdapat di dalam tubuh mahluk hidup. Ion tersebut berupa garam-garam mineral yang secara alami sudah ada dalam tubuh. Ion pada tubuh manusia terdapat di dalam sel, urin, keringat, darah, otot dan lainnya.

Apa saja ion-ion yang tedapat di dalam tubuh manusia ? berikut beberapa ion dalam tubuh manusia beserta manfaatnya.

Ion Na⁺, Cl⁻ dan K⁺

Ion natrium, klor dan kalium terdapat di dalam bagian akson pada sel saraf. Ketiga ion tersebut berperan dalam neurotransmitter atau penghantaran impuls (rangsangan) di dalam sel saraf sehingga menimbulkan kelistrikan pada sel saraf dan menjaga kinerja sel saraf. Ion natrium juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Ion Ca²⁺ dan Mg²⁺

Ion kalsium dan magnesium merupakan elektrolit yang berperan dalam kerja otot. Kalsium berperan dalam kontraksi otot dan magnesium berperan dalam relaksasi otot. Ion kalsium juga berperan dalam proses pembekuan darah. Ion kalsium dan vitamin K akan merangsang protombin menjadi trombin. Trombin tersebut akan merangsang fibrinogen mengeluarkan benang-benang fibrin untuk menutup luka.

Itulah beberapa ion yang terdapat di dalam tubuh manusia. Jadi, ion-ion sangat diperlukan oleh tubuh agar tubuh dapat berfungsi dengan benar. Bila terjadi kekurangan ion dalam tubuh maka akan menimbulkan beberapa gangguan seperti dehidrasi, gangguan ginjal, gangguan makan dan lain-lain.

Penutup

Berdasarkan keterang di atas, tentu dapat dipahami bahwa setiap benda tersusun dari atom-atom yang berikatan dengan jumlah yang banyak. Ikatan atom tersebut membentuk molekul unsur dan senyawa. Molekul tersebut banyak dijumpai di darat, air dan udara bahkan di dalam tubuh mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan.

Molekul juga memiliki manfaat yang besar bagi keberlangsungan mahluk hidup, seperti oksigen yang merupakan pembakar zat makanan dalam tubuh. Tanpa oksigen, tubuh tidak dapat menghasilkan energi. Tanpa energi, mahluk hidup tidak akan dapat beraktivitas dan tidak ada pemeliharaan sel, jaringan dan organ tubuh.

Selain molekul, ada juga ion. Ion merupakan atom yang bermuatan. Ion juga sangat bermanfaat bagi tubuh. Melalui ion, sel saraf dapat menghantarkan rangsangan dengan sangat cepat karena di dalam aksonnya terjadi proses kelistrikan. Bahkan, di masa sekarang banyak minuman-minuman yang mengandung ion. Kandungan ion dalam minuman biasanya dimaksudkan untuk mengembalikan cairan elektrolit yang keluar saat beraktivitas sehingga dapat mengembalikan keseimbangan cairan elektrolit dalam tubuh dan tubuh menjadi segar kembali.

Sekian informasi yang dapat kami berikan kepada pembaca IPA MTs mengenai partikel dalam benda dan mahluk hidup, mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan berdasarkan pengetahuan tersebut dapat bertindak, berpikir dan merasa sehingga melalui pengetahuan tersebut dapat menjaga diri sendiri, keluarga, tetangga dan orang-orang di sekitar agar tubuhnya tetap dalam kondisi sehat.

Kami berharap agar artikel ini dapat dibagikan kepada teman-temanmu agar mereka juga memperoleh manfaat dari artikel ini. Jangan lupa, baca artikel lainnya. yaa Terima kasih.

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian