Pengertian dan prinsip teknologi ramah lingkungan

pengertian dan prinsip teknologi ramah lingkungan
Pengertian dan prinsip teknologi ramah lingkungan

Bismillahirrahmaanirrahiim

Seiring meningkatnya pengetahuan, manusia berusaha menciptakan teknologi-teknologi untuk memudahkan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan manusia. Teknologi-teknologi yang diciptakan manusia seperti teknologi transportasi, pengolahan energi, alat komunikasi, dan bidang industri memberikan dampak besar bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, teknologi-teknologi tersebut juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan.

Dampak negatif penggunaan teknologi bagi lingkungan dapat dilihat dengan adanya pencemaran terhadap tanah, air dan udara. Pada akhirnya, pencemaran tersebut berdampak pula terhadap kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya. Pencemaran tanah, dapat dilihat pada berkurangnya kesuburan tanah dan menurunnya kemampuan tanah menyerap air sehingga tanah tersebut tidak dapat ditumbuhi oleh tanaman. Pencemaran air dapat dilihat melalui adanya unsur-unsur berbahaya yang terkandung dalam air sehingg air tidak layak dikonsumsi oleh manusia dan mahluk hidup lainnya. Pencemaran udara, dapat dilihat melalui dengan adanya gas-gas berbahaya (radikal bebas) di udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, juga terjadinya peningkatan suhu permukaan bumi yang menyebabkan perubahan iklim di bumi.

Oleh karena itu dibutuhkan adanya teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi yang dapat meminimalisir pencemaran terhadap lingkungan, sehingga kebutuhan manusia tetap terpenuhi dan aman juga bagi lingkungan.

Sebenarnya, apa sih teknologi ramah lingkungan itu dan bagaimana prinsip dari teknologi ramah lingkungan? Artikel ini akan membahas pengertian dan prinsip dari teknologi ramah lingkungan, mudah-mudahan bila seseorang yang sudah membaca tulisan ini, ketika akan membuat suatu teknologi akan mempertimbangan aspek lingkungannya juga.

Pengertian Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi ramah lingkungan terdiri dari tiga kata yaitu teknlogi, ramah dan lingkungan. Menurut KBBI, teknologi didefinisikan sebagai metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi merupakan ilmu pengetahuan terapan.

Definisi ramah adalah baik hati atau tidak merusak. Adapun, lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar dan mempengaruhi pertumbuhan manusia, hewan dan tumbuhan. Berdasarkan definisi dari tiap kata tersebut dapat diketahui pengertian dari teknologi ramah lingkungan.

Pengertian teknologi ramah lingkungan adalah metode ilmiah atau sarana atau ilmu pengetahuan terapan untuk mencapai tujuan praktis dan menyediakan barang-barang yang dibutuhkan manusia dengan tidak merusak lingkungan atau tidak menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan manusia, hewan dan tumbuhan serta lingkungan sekitarnya.

Tujuan dari teknologi ramah lingkungan yaitu untuk menghasilkan berbagai produk dan jasa untuk kepentingan manusia dan kebaikan lingkungan sekitarnya. Penggunaan teknologi ramah lingkungan sangat penting karena dapat menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan manusia dan keberlangsungan ekosistem. 

Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi-teknologi yang ada saat ini lebih banyak memperhatikan aspek kemudahan bagi pekerjaan manusia dan peningkatan ekonominya tetapi kurang memperhatikan aspek lingkungan, seperti kendaraan bermotor, alat komunikasi, gedung dan lainnya. Oleh karena itu, mulai timbul permasalahan-permasalahan lingkungan seperti udara yang tercemar, penurunan kualitas tanah yang menyebabkan penurunan kandungan air dalam tanah dan sebagainya. Permasalahan-permasalahan lingkungan tersebut memberikan dampak pula bagi manusia dan ekosistem di sekitarnya.

Contoh dampak permasalahan lingkungan bagi manusia antara lain banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan berkurangnya daya serap tanah untuk menyerap air. Curah hujan yang tinggi tersebut merupakan dampak dari perubahan iklim yang ditimbulkan dari penebangan pohon secara besar-besaran dan asap dari usaha industri yang menghasilkan gas emisi seperti karbondioksida dengan jumlah besar di udara, serta penggunaan gas-gas berbahaya bagi atmosfer seperti CFC yang menimbulkan lubang ozon.

Penurunan daya serap tanah untuk menyerap air, disebabkan oleh pembangunan rumah, gedung dan limbah usaha industri yang masif, dan penguburan bahan-bahan yang sulit terurai oleh mikroorganisme tanah. Akibatnya, tanah menjadi kurang subur dan kandungan air tanah juga berkurang sehingga dapat menimbulkan penurunan jumlah kandungan air bersih dalam tanah. Ketika musim kemarau, manusia kesulitan memperoleh air bersih dan memberikan pengaruh terhadap kesehatannya.

Oleh karena itu, ketika hendak menciptakan suatu teknologi, sebaiknya memperhatikan aspek lingkungannya juga. Apa saja aspek lingkungan yang perlu diperhatikan dalam membuat teknologi agar teknologi tersebut ramah lingkungan ? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat teknologi ramah lingkunga.

A. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui

Sumber daya alam terdiri dari dari 2 jenis yaitu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Sumber daya yang tidak diperbaharui merupakan sumber daya alam yang membutuhkan proses lama dalam ketersediaannya di alam. Contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui antara lain : minyak bumi, batu bara, gas alam, dan hasil tambang lainnya.

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang dapat dipulihkan atau diperbaharui ketersediaannya di alam. Contoh dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui antara lain : air, sinar matahari, angin, tumbuhan dan lain-lain.

Teknologi-teknologi sekarang, lebih banyak sumber daya alam yang tidak diperbaharui sebagai bahan bakarnya seperti kendaraan bermotor dan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, atau gas alam. Bahan bakar fosil tersebut membutuhkan proses jutaan tahun agar tersedia kembali di dalam bumi. Eksploitasi secara besar-besaran dan terus-menerus dapat menimbulkan kekosongan dalam lapisan bumi sehingga dapat saja terjadi pergeseran lapisan tanah bumi. Ketika lapisan tanah bumi bergeser, maka menimbulkan gempa yang dapat merusak bangunan dan keselamatan jiwa manusia.

Oleh karena itu, perlu inovasi-inovasi dalam bidang teknologi agar dapat memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui sebagai bahan bakarnya, karena ketersediaan sumber daya alam ini sangat melimpah dan tidak merusak struktur lapisan bumi, sehingga perlu dilakukan pengembangan dari pengetahuan dan teknologi yang sudah ada. Hal tersebut tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak sebentar. Namun, bila melihat manfaat yang besar, tentunya ini harus diupayakan demi menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan manusia dan mahluk hidup lainnya.

B. Tidak menghasilkan limbah yang berbahaya

Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari aktivitas industri maupun domestik (rumah tangga). Terdapat 3 jenis limbah yaitu limbah padat, cair dan gas. Begitu juga dengan teknologi yang digunakan oleh manusia, tentu akan menghasilkan limbah.

Limbah gas dapat berupa gas karbon monokosida (CO), nitrogen dioksida (NO₂) dan hidro karbon (HC). Seperti yang ditulis di laman antaranews.com dengan judul jenis-jenis polutan kendaraan dan bahaya bagi kesehatan, gas karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, berasa dan pada suhu udara normal akan membentuk gas yang tidak berwarna dan beracun. Sumber gas ini berasal dari alam juga kendaraan bermotor berbahan bakar bensin. Bila gas ini dihirup langsung oleh tubuh, akan berikatan dengan hemoglobin dalam darah yang mengakibatkan terhambatnya penyaluran oksigen dan meningkatnya kandungan karbon monoksida dalam darah sehingga dapat mengakibatkan kerusakan otot jantung dan susunan saraf pusat sehingga menimbulkan penyakit kardiovaskular.

Gas emisi nitrogen dioksida biasanya berasal dari pembakaran arang, minyak, gas dan bensin. Gas ini berbahaya bagi manusia dan hewan bila terhirup. Gas ini menyebabkan gejala pembengkakan paru-paru sehingga menimbulkan kesulitan bernafas dan akhirnya menimbulkan kematian.

Gas emisi hidrokarbon merupakan gas pencemar udara yang berasal dari emisi proses industri. Gas hidrokarbon dapat berikatan dengan gas-gas emisi lainnya. Hidrokarbon di udara dapat bereaksi dengan bahan-bahan lainnya dan membentuk ikatan baru yang disebut Pycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH). PAH banyak dijumpai di kawasan industri dan padat lalulintas. Bila PAH terhirup oleh manusia dapat menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel kanker pada paru-paru.

Itu baru sebagian dari bahaya yang timbul dari limbah yang dihasilkan oleh teknologi saat ini. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya agar ke depannya, manusia dapat menciptakan teknologi-teknologi yang dapat menghasilkan limbah tidak berbahaya sehingga teknologi-teknologi tersebut ramah lingkungan.

C. Menggunakan bahan yang dapat diuraikan atau didaur ulang

Prinsip teknologi ramah lingkungan berikutnya adalah teknologi tersebut menggunakan bahan-bahan yang dapat diuraikan atau dapat didaur ulang. Tujuan penggunaan bahan-bahan yang dapat diuraikan atau dapat didaur ulang, agar bila tidak digunakan kembali dan ditimbun dalam tanah, maka bahan tersebut dapat diuraikan oleh mikroorganisme tanah. Jika tidak ditimbun, maka teknologi tersebut dapat didaur ulang menjadi bentuk lain yang memiliki kemanfaatan lain.

Ini memang sulit. Kayaknya hampir sebagian besar bahan yang digunakan untuk membuat teknologi atau alat adalah bahan yang tidak dapat terurai. Bahkan plastik biodegradable yang digunakan sebagai pengganti plastik saat ini, masih saja tidak sepenuhnya dapat diuraikan. Plastik biodegradable ini masih membutuhkan waktu yang lama untuk terurai sepenuhnya.

Sekian pembahasan mengenai pengertian dan prinsip teknologi ramah lingkungan. Mudah-mudahan menambah wawasan betapa pentingnya teknologi yang memperhatikan aspek lingkungan bagi kehidupan manusia dan keberlangsungan ekosistem. Mudah-mudahan di kemudian hari, manusia akan dapat lebih banyak atau seluruhnya membuat teknologi yang ramah lingkungan dan mendapat dukungan dari pembuat kebijakan negaranya.

Jika artikel ini dirasa memberikan manfaat, kamu dapat membagikannya kepada siapa saja agar banyak orang yang membaca artikel ini dan memperoleh manfaat dari artikel ini. Silahkan baca juga artikel lainnya di ipamts.com.

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian