Reproduksi Tumbuhan Paku dan Lumut - IPA MTs

REPRODUKSI TUMBUHAN PAKU DAN LUMUT

Bismillahirrahmaaniirahiim

Pernah tidak kalian melihat tumbuhan paku dan lumut di pekarangan rumah kalian?. Jika belum, coba lihat di dinding yang lembab. Jika di rumahmu tidak ada area yang lembab, pergilah ke sungai atau selokan kemudian perhatikan tumbuhan kecil yang tidak berdaun menempel pada dinding selokan atau bebatuan. Bila ada maka itulah tumbuhan lumut.

Tumbuhan paku dalam biologi dikenal dengan. pteridophyta sedangkan lumut disebut dengan bryophyta. Kedua tumbuhan ini biasa hidup di daerah-daerah lembab. Apabila kedua tumbuhan ini dibiarkan, maka mereka akan bertambah banyak karena mereka memiliki kemampuan berkembang biak atau bereproduksi. Kemampuan reproduksi tumbuhan ini berlangsung secara seksual dan aseksual.

Bagaimana reproduksi seksual dan aseksual pada tumbuhan paku dan lumut ?. Pada postingan kali ini akan dibahas proses reproduksi tumbuhan paku dan lumut baik secara sekusal maupun aseksual. So, baca dengan santai saja. Ok.

Baca juga : Memahami Reproduksi pada Tumbuhan Berbiji - IPA MTs

Reproduksi Tumbuhan Paku 

Tumbuhan paku dalam bahasa biologinya disebut dengan pteridophyta.Tumbuhan paku sudah memiliki struktur tumbuhan yang jelas. Struktur tumbuhan paku dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

salah satu bagian tumbuhan paku adalah sporangium yang berperan sebagai alat reproduksi
Struktur Organ Tumbuhan Paku

Reproduksi atau perkembangbiakan tumbuhan paku terjadi melalui proses seksual dan aseksual. Pergiliran atau siklus hidup tumbuhan paku terjadi melalui proses metagenesis.

Metagenesis merupakan perkembangbiakan yang terjadi melalui tahap sporofit dan gametofit. Tahap sporofit adalah tahap pengeluaran spora melalui sporangium kemudian spora tersebut akan berkembang menjadi tumbuhan muda kemudian akan mengeluarkan sel sperma dan sel telur lalu terjadi perkawinan sehingga menghasilkan tumbuhan paku baru. Tahap ini dinamakan tahap gametofit.

Proses metagenesis pada tumbuhan paku dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

proses metagenesis tumbuhan paku
Proses Daur Hidup Tumbuhan Paku

Jika kadar air pada sporangium (kotak spora) berkurang, sporangium akan robek dan mengeluarkan spora yang ada di dalamnya kemudian spora akan tersebar dan akan tumbuh menjadi protalium jika lingkungannya sesuai untuk tumbuh. Tahap ini dinamakan tahap sporofit.

Protalium akan tumbuh dan berkembang kemudian menghasilkan anteridium dan arkegonium. Anteridium akan menghasilkan sel sperma berflagel (berekor) dan arkegonium akan menghasilkan sel ovum (sel telur). Kedua sel gamet ini bersifat haploid (n) dan diperoleh melalui proses pembelahan sel mitosis dan meiosis. Sel sperma akan bergerak menuju sel ovum kemudian membuahi sel ovum. Proses pembuahan ini dinamakan fertilisasi.

Setelah terjadi fertilisasi, maka akan terbentuk zigot. Tahap ini dinamakan tahap gametofit dimana dihasilkan dua gamet atau sel kelamin jantan (sel sperma) dan betina (sel ovum). Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan paku baru lalu akan membentuk sporangium dan mengeluarkan spora, lantas akan tumbuh menjadi protalium. Proses itu dinamakan siklus hidup atau pergiliran keturunan. Siklus hidup tumbuhan paku disebut dengan metagenesis.

Baca juga : Memahami Pengertian dan Jenis Penyerbukan pada Tumbuhan - IPA MTs

Reproduksi aseksual pada tumbuhan paku dilakukan dengan rhizoma. Rhizoma adalah batang yang tumbuh di dalam tanah. Rhizoma dapat tumbuh ke segala arah dan membentuk koloni tumbuhan paku yang baru. 

Reproduksi Tumbuhan Lumut 

Tumbuhan lumut dalam biologi dikenal dengan nama bryophyta. Tumbuhan hidup di daerah lembab seperti tembol rumah, bebatuan sungai dan tempat lembab lainnya. 

Sturktur tumbuhan lumut belum dapat dibedakan antara akar, batang dan daunnya, sehingga disebut juga tumbuhan tingkat rendah. Adapun struktur tubuh tumbuhan lumut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

bagian tubuh tumbuhan lumut terdiri dari batang, tangkai, daun dan sporangium
Struktur Organ Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut, seperti tumbuhan paku, merupakan tumbuhan yang memiliki spora serta berkembang biak dengan cara vegetatif (aseksual) dan generative (seksual). Reproduksi aseksual tumbuhan lumut melalui kuncup atau gemmae dan melakukan fragmentasi. Fragmentasi terjadi ketika tumbuhan lumut melepaskan sebagian tubuhnya untuk menjadi individu baru. 

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran dalam reproduksi atau perkembangbiakan yang disebut metagenensis. Metagenensis tersebut melalui tahap sporofit dan gametofit. Metagenensis tumbuhan lumut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

tahapan pergiliran reproduksi lumut dari sporofit ke gametofit
Proses Metagenesis Tumbuhan Lumut

Berdasarkan gambar di atas, spora yang berasal dari sporangium akan keluar kemudian tumbuh menjadi protonema atau tumbuhan lumut muda. Tahap ini dinamakan sporofit karena perkembangbiakannya melalui spora.

Protonema akan tumbuh dan berkembang menjadi anteridium yang akan mengeluarkan sel sperma dan arkegonium yang akan mengeluarkan sel telur. Sel sperma dan sel telur akan bertemu dan terjadi pembuahan atau fertilisasi kemudian tumbuh dan berkembang menjadi zigot lalu tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut. Proses ini dinamakan gamtofit karena melibatkan sel gamet dalam perkembangbiakannya. 

Hikmah 

Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang masih sederhana, lumut belum memiliki akar, batang, dan daun yang sejati. Secara umum lumut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu lumut hati, lumut tanduk, dan lumut daun.

Meskipun tumbuhan lumut memperlukan kondisi yang lembab untuk tumbuh dan bereproduksi, banyak jenis lumut yang dapat bertahan dalam kondisi yang kering dalam kurun waktu yang cukup lama. Mereka dapat tumbuh pada tanah yang tipis dan pada tanah di tempat tumbuhan lain tidak dapat tumbuh. Spora dari lumut akan dibawa oleh angin. Spora akan tumbuh menjadi tumbuhan baru jika ada air dan beberapa komponen pendukung lain. 

Sering kali lumut merupakan tumbuhan yang pertama kali tumbuh pada lingkungan yang sudah rusak misalnya akibat aliran lava atau akibat kebakaran hutan. Oleh karena itu, lumut juga disebut organisme pioner atau tumbuhan perintis. Sebagai tumbuhan pioner, lumut akan tumbuh dan mati membentuk nutrisi tanah. Proses ini bersamaan dengan pelapukan bebatuan akibat panas , angina dan zat kimia lain seperti zat asam atau oksigen (pelapukan kimia) yang akhirnya membentuk tanah, sehingga pada akhirnya tumbuhan lain dapat tumbuh pada daerah tersebut. Beberapa lumut juga dapat membantu menyimpan nitrogen dalam tanah dan menyimpan air. Beberapa juga dapat digunakan sebagai obat hepatitis, seperti kelompok lumut hati Marchantia polymorpha. Beberapa kelompok dari lumut daun seperti Sphagnum yang sudah lapuk dapat digunakan sebagai bahan bakar seperti batu bara.

Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil hikmah bahwa Allah menciptakan lumut yang termasuk tumbuhan tingkat rendah, tetapi memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan seperti pertanda kehidupan disuatu daerah, menyimpan nitrogen yang berguna untuk kesuburan tanah, menyimpan air, menyediakan oksigen bagi mahluk lainnya, menjadi obat dan bahan bakar.

Oleh karena itu, kita hendaknya banyak bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya dan tidak menyepelekan sesuatu yang kecil serta tidak merendahkan orang-orang yang status, kedudukan maupun pekerjaannya di bawah kita, karena mereka juga memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan bahkan bagi kita juga. 

Penutup 

Demikian postingan tentang Reproduksi Tumbuhan Paku dan Lumut, mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang reproduksi tumbuhan serta bisa menjadi referensi juga menjadikan kita menjadi hamba yang banyak bersyukur kepada Allah SWT.

Baca juga: Pengertian dan Klasifikasi Penyerbukan

Bagikan artikel :

Alih Bahasa

Pencarian