Pengertian, bahan, proses, hasil dan manfaat fotosintesis pada tumbuhan

FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN

proses fotosintesis pada tumbuhan
Fotosintesis tumbuhan

Bismillahirrahmanirrahiim

Selamat datang di IPA MTs

Be smart with science

Pernahkah kalian merenungkan dari mana oksigen yang selama ini kalian hirup. Oksigen yang membuat lingkungan menjadi sejuk, membuat mahluk hidup memperoleh energi sehingga dapat beraktivitas.

Ternyata oksigen didapat dari tumbuhan. Tumbuhan melepaskan oksigen, yang merupakan hasil dari kemampuannya berfotosintesis, melalui mulut daun. Oleh karena kemampuannya tersebut, tumbuhan disebut mahluk autotrof.

Bagaimanakah tumbuhan melakukan fotosintesis?. Artikel sekarang akan membahas mengenai fotosintesis pada tumbuhan. Pembahasannya meliputi pengertian, bahan yang dibutuhkan dan proses fotosintesis juga manfaat fotosintesis dalam kehidupan sehari-hari.

So, baca dengan santai, tidak usah terburu-buru dan biasakan membaca sampai selesai agar kalian memperoleh pemahaman dari apa yang kalian baca juga kesadaran dalam diri tentang kebesaran kekuasaan Allah melalui ciptaan-Nya yakni tumbuhan yang diberi kemampuan untuk melakukan fotosintesis.

Pengertian Fotosintesis

Fotosintesis terdiri dari dua kata yaitu foto dan sintesis. Foto asal katanya dari foton yang berarti cahaya. Sedangkan sintesis berasal dari kata synthetic yang berarti menyusun. Adapun menurut KBBI, sintesis bermakna reaksi kimia antara dua atau lebih zat untuk membentuk zat baru.

So, pengertian fotosintesis adalah proses penyusunan zat makanan dengan menggunakan cahaya matahari. Proses penyusunan zat makanan tersebut melalui reaksi kimia. Persamaan reaksi dari fotosintesis adalah sebagai berikut :

6H₂O + 6CO₂ → C₆H₁₂O₆ + 6O₂

Fotosintesis terjadi di dalam daun karena daun banyak mengandung klorofil, selain itu fotosintesis dapat berlangsung bila ada cahaya. Jadi, sebenarnya malam hari, tumbuhan dapat berfotosintesis selama diterangi lampu.

Bahan Fotosintesis

Berdasarkan uraian di atas, tumbuhan dapat berfotosintesis bila bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia. Bahan yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis antara lain :

A. Air

Air salah satu bahan yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Air termasuk ke dalam molekul senyawa karena terdiri dari dua atom yang berbeda. Rumus kimia molekul air adalah HO. Tumbuhan memperoleh air melalui akar. Akar tumbuhan akan bergerak menuju air. Gerak akar menuju air disebut hidrotropisme.

Air dalam tanah akan berdifusi ke jaringan akar kemudian diangkut oleh pembuluh kayu atau xilem menuju daun tepatnya di jaringan tiang yang banyak mengandung kloroplas. Di kloroplas itulah, molekul air akan dipisahkan menjadi hidrogen dan oksigen. Tanpa air tumbuhan tidak akan dapat berfotosintesis. Jika tidak ada fotosintesis maka tidak akan ada oksigen. Tidak ada oksigen maka mahluk hidup akan mati.

B. Karbondioksida

Bahan penyusun fotosintesis lainnya adalah karbondioksida. Karbondioksida merupakan molekul senyawa dengan rumus kimia CO. Berdasarkan persamaan fotosintesis di atas, karbondioksida akan bereaksi dengan air lalu membentuk glukosa dan oksigen.

Tumbuhan memperoleh karbondiosida dari lingkungan yang berasal dari gas emisi hasil pembakaran baik pembakaran bahan bakar maupun pembakaran zat makanan di dalam tubuh mahluk hidup yang disebut metabolisme. Berdasarkan kemampuannya menyerap karbondioksida, keberadaan tumbuhan harus tetap ada karena jika tumbuhan habis ditebang untuk keperluan manusia tanpa ada reboisasi akan timbul permasalahan lingkungan yang dikenal efek rumah kaca dimana jumlah karbondioksida di udara meningkat sehingga suhu permukaan bumi akan bertambah dan menyebabkan permasalahan lannya seperti kesehatan. So, jangan tebang tumbuhan tanpa alasan yang tepat dan lakukan penanaman kembali jika sudah ditebang.

Karbondioksida dari lingkungan akan masuk ke daun melalui stomata yang terletak di epidermis bawah daun kemudian bereaksi dengan hidrogen hasil hidrolisis lalu membentuk amilum atau glukosa. Proses reaksi atau pengikatan karbondioksida di dalam daun disebut fiksasi.

C. Klorofil

Klorofil merupakan pigmen yang memberi warna hijau pada daun juga sebagai penangkap energi panas dari cahaya agar tumbuhan dapat berfotosintesis. Klorofil tersimpan di dalam kloroplas. Kloroplas banyak terdapat di jaringan palisade atau tiang yang terletak di epidermis atas daun. Walaupun ada juga di jaringan spons di epidermis bawah daun, tetapi jumlahnya lebih sedikit dari pada bagian atas. Oleh karena itu, kalian melihat bagian atas daun lebih hijau dari bagian bawahnya. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas antara lain : klorofil a (memberi warna hijau), klorofil b (memberi warna hijau tua) dan karoten (memberi warna kuning sampai jingga).

Kloroplas terdiri dari 3 komponen utama yaitu membran luar (lapisan luar), ruang antar membran dan membran dalam (lapisan dalam) yang terdapat stroma, tilakoid, grana, dan lamela. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

bagian kloroplas pada tumbuhan
Bagian kloroplas tumbuhan

Membran luar adalah lapisan terluar dari kloroplas dan berfungsi untuk menyeleksi keluar masuknya cairan ke kloroplas karena sifatnya yang sangat permeabel (fungsinya mirip saringan air kelapa atau kain). Ruang antar membran merupakan ruang setebal 10 mm yang memisahkan antara membran luar dan membran dalam. Membran dalam adalah lapisan dalam kloroplas yang berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian kloroplas dan menyeleksi kembali cairan yang masuk ke dalam kloroplas.

Bagian-bagian kloroplas yang terdapat di membran dalam antara lain : stroma, membran tilakoid, grana dan lamela. Stroma adalah plasma (cairan) yang mengisi membran dalam dan mengandung DNA kloroplas, ribosom dan enzim-enzim serta berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi gelap. Membran tilakoid merupakan membran yang membungkus klorofil dan berbentuk bulat pipih, serta berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi terang. Grana adalah susunan atau tumpukan dari tilakoid seperti tumpukan uang koin. Lamela merupakan penghubung antar grana di dalam kloroplas.

Terdapat 4 macam klorofil yaitu klorofil a, b, c dan d. Klorofil a terdapat di semua tumbuhan autotrof (tumbuhan yang dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui fotosintesis). Klorofil b terdapat pada ganggang hijau Chlorophyta. Klorofil c terdapat pada ganggang coklat Phaeophyta dan diatome bacillariaphyta. Klorofil d dimiliki oleh ganggang merah Rhadophyta.

D. Cahaya

Proses fotosintesis membutuhkan cahaya. Cahaya merupakan sumber energi agar fotosintesis dapat berlangsung. Energi panas yang dimiliki cahaya akan ditangkap oleh klorofil kemudian digunakan untuk memecah molekul air. Proses pemecahan molekul air dengan cahaya disebut fotolisis. Fotolisis terjadi di bagian tilakoid.

Cahaya yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya tampak. Cahaya tampak adalah cahaya yang masih dapat dilihat oleh mata. Cahaya berwarna merah dan biru merupakan spektrum cahaya yang paling banyak digunakan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis.

Baca juga : Memahami definisi cahaya dan sifatnya

Proses Fotosintesis

Proses fotosintesis terjadi dalam 2 reaksi, yaitu :

A. Reaksi Terang

Reaksi terang adalah reaksi molekul kimia yang membutuhkan energi cahaya agar dapat bereaksi. Reaksi terang terjadi di membran tilakoid dimana tersimpan klorofil a dan b juga karoten. Reaksi terang terjadi dalam dua  tahap yaitu :

  1. Fotosistem 1. Tahap ini terjadi di permukaan luar membran tilakoid (grana). Klorofil a menangkap energi dari cahaya yang memiliki panjang gelombang 700 nm (dikenal dengan P700) kemudian klorofil melepaskan elektron. Fotosistem 1 berfungsi menghasilkan energi kimia dalam bentuk ATP. 
  2. Fotosistem 2. Tahap ini terjadi di dalam membran tilakoid. Klorofil a menangkap energi dari cahaya yang memiliki panjang gelombang 680 nm (tahap ini dikenal dengan P680). Fotosistem berperan dalam sintesis ATP dan fotolisis (hidrolisis).

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa dalam reaksi terang terjadi proses :

  • Penyerapan cahaya oleh klorofil dan melepaskan elektron yang akan masuk ke transpor elektron.
  • Terjadi peristiwa fotolisis atau hidrolisis dimana molekul air dipecah menjadi hidrogen, oksigen dan elektron dengan persamaan reaksi H₂O → 2H + ½O₂ + 2e⁻.
  • Terbentuknya energi kimia dalam bentuk ATP (Adenosin Triphospat) dan NADPH (Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate). Selain itu, klorofil yang tadinya kehilangan elektron akan mendapatkan kembali elektro yang berasal dari fotolisis.

Kalian dapat melihat proses reaksi terang melalui animasi reaksi terang dan gelap.

B. Reaksi Gelap

Reaksi gelap adalah reaksi yang tidak menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi agar terjadi reaksi. Energi yang digunakan berupa ATP (Adenosin Trifosfat) dan NADPH (Nicotinamid Adenin Dinukleotid Phosphate) yang berasal dari reaksi terang. Reaksi gelap terjadi dalam stroma. Proses reaksi gelap dikenal dengan siklus Calvin.

Reaksi gelap atau Siklus Calvin terjadi dalam 3 fase yaitu :

  1. Fase fiksasi karbon dimana terjadi pengikatan 3 molekul karbondioksida dengan ribulose bifosfat (RuBp) oleh enzim rubisco. Fase fiksasi karbon menghasilkan molekul organik 6 molekul 1,3-Bifosfogliserat (3PGA). 
  2. Fase reduksi dimana terjadi pengurangan gugus posfat pada 6 molekul 1,3-Bifosfogliserat menjadi 6 molekul gliseraldehid 3-fosfat (G3P) dengan menggunakan energi dari ATP dan NADPH yang berasal dari reaksi terang. ATP akan berubah menjadi ADP (Adenosin Difosfat) karena kehilangan sebagian gugus fosfat, dan NADPH akan menjadi NADP⁺ karena kehilangan atom hidrogen. 1 molekul Gliseraldehid 3-fosfat (G3P) akan dibentuk menjadi gula sederhana termasuk glukosa dan senyawa organik lainnya.
  3. Fase regenerasi. Pada fase regenerasi terjadi pembentukan kembali 6 molekul Ribulosa bifosfat (RuBP) dengan menggunakan 5 molekul Gliseraldehid 3-fosfat (G3P) ditambah 1 gugus fosfat.

Jadi pada reaksi gelap dihasilkan glukosa dan senyawa organik lainnya serta energi kimia ADP dan NADP⁺.

Hasil Fotosintesis

Ketika tumbuhan berfotosintesis, akan terjadi reaksi antara molekul air dan karbondioksida kemudian menghasilkan senyawa organik (glukosa) dan oksigen. Berikut penjelasan singkat mengenai hasil dari fotosintesis pada tumbuhan.

A. Energi Kimia ATP dan NADPH; ADP dan NADP⁺

ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang dan akan digunakan sebagai energi untuk reaksi selanjutnya di reaksi gelap. ATP dan NADPH merupakan hasil utama dari reaksi terang. Adapun ADP dan NADP⁺ merupakan hasil utama dari reaksi gelap dan akan masuk kembali ke dalam proses reaksi terang untuk pembentukan ATP dan NADPH.

B. Oksigen

Oksigen merupakan hasil sampingan dari fotosintesis. Oksigen dihasilkan dari proses hidrolisis melalui reaksi terang dan terjadi di dalam membran tilakoid. Sebagian oksigen dikeluarkan ke lingkungan melalui stomata di epidermis bawah daun. Oksigen yang dilepaskan ke lingkungan akan digunakan oleh mahluk hidup hetertrof untuk metabolisme tubuhnya. Sebagian oksigen lainnya dipakai oleh tumbuhan itu sendiri untuk metabolismenya agar dihasilkan energi untuk pertumbuhannya. Oksigen dikelompokkan ke dalam unsur dengan rumus molekul O₂.

Pembuktian tumbuhan memproduksi oksigen melalui fotosintesis dapat kalian lakukan dengan percobaan Ingenhousz seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

percobaan ingenhousz yang membuktikan fotosintesis menghasilkan oksigen
Percobaan Ingenhousz

Berikut langkah-langkah dalam percobaan Ingenhousz :

  1. Sediakan gelas ukur, corong gelas dan tabung reaksi serta tanaman air seperti hydrilla atau lainnya.
  2. Isilah gelas ukur dengan air jernih lalu letakkan tanaman hydrilla ke dalam gelas ukur yang berisi air terebut.
  3. Tutuplah hydrilla dengan corong dengan posisi terbalik seperti yang kalian lihat pada gambar di atas.
  4. Tutuplah corong tersebut dengan tabung reaksi.
  5. Letakkan semua perangkat itu di daerah yang terkena sinar matahari.
  6. Kalian dapat melihat ada gelembung gas yang terlihat di tabung reaksi. Itulah oksigen yang keluar dari tanaman hydrilla ketika berfotosintesis.

C. Glukosa

Selain oksigen, tumbuhan dapat memproduksi makananya sendiri. Makanan tersebut berupa glukosa. Glukosa akan dipakai tumbuhan untuk menghasilkan energi melalui proses pembakaran. Proses pembakaran glukosa termasuk pembakaran oksidasi, karena melibatkan oksigen. Energi yang diperoleh akan digunakan untuk pertumbuhannya. Enak ya kalau manusia dapat berfotosintesis, ga perlu kerja, cukup minum dan berjemur maka makanan dan oksigen sudah terpenuhi, tetapi resikonya adalah tubuhnya berwarna hijau..hehehe

Glukosa akan disalurkan ke bagian-bagian tumbuhan seperti akar, batang dan buah, untuk disimpan sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan sendiri juga dapat dikonsumsi oleh hewan dan manusia. Penyaluran glukosa menggunakan pembuluh tapis atau floem. Proses penyaluran hasil fotosintesis disebut dengan translokasi.

Glukosa dikelompokkan ke dalam molekul senyawa. Rumus kimia dari molekul glukosa adalah C₆H₁₂O₆. Glukosa juga merupakan senyawa organik. Pembuktian tumbuhan menghasilkan glukosa dikenal dengan percobaan Sachs. Percobaan Sachs dapat kalian lihat pada gambar di bawah ini.

fotosintesis menghasilkan amilum pada percobaan sachs
Percobaan Sachs

Berdasarkan gambar dapat dilihat bahwa percobaan sachs terdiri dari 4 tahap yaitu :

  1. Penutupan sebagian daun dengan kertas alumunium foil untuk mencegah daun yang tertutup  agar tidak dapat melakukan fotosintesis.
  2. Perebusan daun dengan air panas yang bertujuan untuk meluruhkan dan mematikan sel-sel daun.
  3. Perebusan dengan alkohol panas yang bertujuan untuk melarutkan klorofil daun agar yang tersisa adalah kandungan gula dalam daun saja.
  4. Pengujian gula dengan menetesi daun tersebut dengan lugol. Daun yang tertutup dengan alumunium foil akan berwarna sama dengan warna lugol, sedangkan warna daun yang tidak tertutup akan berwarna bitu tua. Hal tersebut menandakan bahwa daun menghasilkan glukosa atau amilum. Semakin tua warnanya semakin banyak kandungan glukosanya.

Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis

Kemampuan tumbuhan berfotosintesis versi IPA MTs, ditentukan oleh 5 faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain:

A. Konsentrasi Karbondioksida

Karbondioksida adalah salah satu bahan utama untuk fotosintesis. Semakin banyak karbondioksida di lingkungan akan mempercepat laju fotosintesis. Jika kalian melakukan percobaan Ingenhousz dan menambahkan NaHCO₃ (soda kue) ke dalam air, maka akan dihasilkan gelembung udara yang lebih banyak. Hal tersebut menunjukkan bahwa kadar karbondioksida di ligkungan sangat mempengaruhi kemampuan fotosintesis pada tumbuhan. Tanpa karbondioksida maka tidak akan ada fotosintesis.

B. Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya adalah banyaknya cahaya yang diterima oleh tumbuhan. Jumlah cahaya yang diterima oleh tumbuhan bergantung kepada lama penyinaran tumbuhan tersebut. Seperti uraian di atas, bahwa cahaya merupakan sumber energi agar tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Semakin banyak jumlah cahaya yang diterima, maka energi yang ditangkap akan semakin besar sehingga laju fotosintesis akan meningkat. Coba saja kalian lakukan percobaan sederhana dengan meletakkan pot berisi tumbuhan di daerah yang banyak terkena sinar matahari dan pot lainnya diletakkan di daerah yang tertutup. Perhatikan pertumbuhan tanamannya. Lebih baik mana pertumbuhannya.

C. Suhu

Suhu juga merupakan salah satu faktor yang menentukan laju fotosintesis pada tumbuhan. Tumbuhan dapat melakukan fotosintesis dengan baik dengan hasil yang optimal bila suhu lingkungannya sesuai  atau optimal bagi tumbuhan yaitu sekitar 10-20º Celcius.  Hal tersebut dikarenakan enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis dapat bekerja secara optimal. Perlu kalian ketahui, suhu optimal bagi tanaman berbeda-beda, bergantung iklim dimana tanaman tersebut tinggal. Seperti kaktus yang merupakan tanaman xerofit (tinggal di daerah kering) tentu suhu optimalnya dapat mencapai 34º Celcius.

Bila suhu lingkungan di bawah atau di atas suhu optimal, maka dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal bahkan terhenti. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada suhu tersebut fotosintesis berlangsung tidak maksimal bahkan sama sekali tidak terjadi fotosintesis kemudian menyebabkan tumbuhan tersebut mati. Sebagai contoh, kalian perhatikan tanaman saat musim kemarau dimana suhu lingkungan tinggi dalam waktu yang lama. Ketika musim kemarau, tumbuhan akan menggugurkan daunnya karena untuk mengurangi penguapan. Seperti yang sudah kalian ketahui bahwa fotosintesis terjadi di dalam daun. Bila daunnya berguguran maka tumbuhan tersebut akan kehilangan kemampuannya dalam berfotosintesisi dan jika berlangsung lama dapat menyebabkan tumbuhan mati karena tidak dihasilkan makanan untuk energi bagi tumbuhan.

D. Kandungan Air dalam Tanah

Air dalam fotosintesis memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Air akan bereaksi dengan karbondioksida kemudian menghasilkan makanan (glukosa) dan oksigen. Bila kandungan air dalam tanah berkurang atau tidak ada maka bahan untuk terjadinya fotosintesis juga berkurang dan tidak ada sehingga tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis. Bagaimana melakukan fotosintesis jika bahan-bahannya tidak ada..benar kan? 

E. Jumlah Daun

Tempat berlangsungnya fotosintesisi adalah di daun. Di dalam daun terdapat kloroplas yang berisi klorofil. Klorofil merupakan alat penangkap energi cahaya yang menjadi sumber energi bagi berlangsungnya reaksi terang dalam fotosintesis. Tanpa klorofil, tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis. Daun juga sebagai tempat keluar dan masukanya karbondioksida dari lingkungan. Karbondioksida bersama air merupakan bahan utama penyusun fotosintesis. Semakin sedikit jumlah daun seperti saat musim kemarau, maka kemampuan tumbuhan berfotosintesis akan berkurang pula.

Manfaat Fotosintesis dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah kalian membaca uraian tentang fotosintesis di atas, jika kalian teliti, kalian akan mengetahui manfaat yang besar dari fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Berikut beberapa manfaat dari fotosintesis dalam kehidupan sehari-hari :

A. Menyediakan bahan makanan bagi manusia dan hewan

Tentu, kalian sudah mengetahui bahwa fotosintesis oleh tumbuhan menghasilkan glukosa yang akan disalurkan ke seluruh bagian tumbuhan termasuk buah untuk disimpan sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan itu sendiri. Glukosa merupakan zat makanan yang sangat di butuhkan oleh manusia dan hewan karena akan dipakai sebagai sumber energi bagi manusia dan hewan. Sebagian besar makanan yang dimakan oleh manusia dan hewan berasal dari tumbuhan. Jadi, tumbuhan merupakan penyedia bahan makanan bagi manusia dan hewan. Oleh karena itu tumbuhan disebut juga produsen.

B. Membersihkan Udara

Kemampuan tumbuhan untuk menyerap air dan karbondioksida lalu mengubahnya menjadi glukosa dan oksigen melalui fotosintesis, sangat bermanfaat bagi lingkungan, karena dapat mengurangi jumlah karbondioksida di udara. Kalian perlu tahu, bahwa karbondioksida bagi lingkungan, manusia dan hewan merupakan polutan. Jika karbondioksida terlalu banyak di udara dapat menyebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat meningkatkan suhu permukaan bumi. Bila karbondioksida terlalu banyak dalam tubuh manusia dan hewan, maka manusia dan hewan akan menjadi lemas kemudian akan mempengaruhi aktivitasnya. Jadi, kemampuan tumbuhan berfotosintesis, perlu disyukuri, karena dapat membersihkan udara dan menurunkan kandungan karbondioksida dalam udara. Adapun oksigen dapat menyejukkan udara sekitar

C. Mempertahankan Keberlangsungan Hidup Manusia dan Hewan

Oksigen yang dihasilkan oleh fotosintesis akan dikeluarkan melalui stomata ke lingkungan. Oksigen tersebut akan digunakan dalam sistem pernafasan manusia dan hewan. Ketika oksigen masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan menggunakannya untuk membakar glukosa dan menjadikannya energi dalam proses metabolisme tubuh. Energi yang dihasilkan tersebut lalu dipakai untuk aktivitas dan memelihara organ-organ tubuhnya. Tanpa oksigen, tubuh manusia dan hewan tidak mampu melaksanakan metabolisme sehingga tidak akan dihasilkan energi kemudian dapat menyebabkan kematian bagi manusia dan hewan. Jadi, kemampuan tumbuhan berfotosintesis dapat mempertahankan keberlangsungan hidup manusia dan hewan.

D. Terciptanya Solar Cel (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)

Sebagaimana yang sudah kalian ketahui, bahwa fotosintesis membutuhkan energi agar dapat berlangsung. Energi tersebut berasal dari cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil yang tersimpan di dalam membran tilakoid lalu memecag molekul air menjadi hidrogen dan oksigen serta melepaskan elektron. Lepasnya elektron tersebut dapat menghasilkan listrik. Jadi tumbuhan juga sebenarnya menghasilkan listrik. Berdasarkan pengetahuan tentang fotosintesis tersebut, maka manusia membuat solar sel yang terinspirasi dari kemampuan klorofil menyimpan dan menggunakan energi cahaya matahari.

Solar sel tersebut dapat meyimpan energi panas matahari lalu mengubahnya menjadi energi listrik dengan tanpa emisi seshingga ramah lingkungan. Terbentuknya solar sel dapat menjadikan matahari sebagai salah satu sumber energi alternatif yang menjanjikan.

Baca juga : Memahami sumber energi tak terbarukan dan terbarukan

Penutup

Alhamdulillah, artikel mengenai fotosintesisi pada tumbuhan dapat diselesaikan. Mudah-mudahan, artikel ini bermanfaat menambah pengetahuan dan kesadaran akan arti penting tumbuhan bagi manusia melalui kemampuannya berfotosintesis agar kita dapat benar-benar menjaga tumbuhan dan tidak merusaknya sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya yang berupa tumbuhan. Merusak tumbuhan sama saja dengan merusak bumi dan diri sendiri. Jadi, Ayo jaga tumbuhan, rawat tumbuhan dan lakukan reboisasi di tempat tinggal masing-masing.

Kami berharap kalian, dapat membagikan artikel ini melalui ikon berbagi di bawah artikel ke teman dan saudara kalian agar mereka juga dapat memperoleh kesadaran akan arti pentingnya tumbuhan bagi kehidupan manusia dan lingkungan kemudian bersama-sama menjaga alam ini dengan menanam dan merawat tumbuhan. Baca juga artikel lainnya di ipamts.com.

Bagikan artikel :

Alih Bahasa

Pencarian