Hukum Archimedes dan Penerapannya

bunyi, rumus, contoh soal, faktor yang mempengaruhi Hukum Archimedes dan penerapannya pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari
Hukum Archimedes dan Penerapannya

Bismillahirrahmaanirrahiim

Apakah kamu pernah mengisi gelas penuh air lalu mencelupkan batu ke dalam gelas? Kira-kira apa yang terjadi dengan air di dalam gelas tersebut? Yups, ketika kamu mencelupkan sebuah batu ke dalam gelas yang penuh dengan air, maka air tersebut akan meluap keluar dari gelas. Apakah kamu tahu jika luapan air tersebut menunjukkan volume batu yang tercelup. 

Batu merupakan salah satu contoh benda yang bentuknya tidak teratur, sehingga kamu akan kesulitan menghitung volume batu dengan rumus. Jadi, cara untuk menentukan volume batu dan benda yang tidak beraturan lainnya yaitu dengan mencelupkan benda tersebut ke dalam air pada suatu wadah kemudian tumpahan air tersebut ditampung ke dalam gelas ukur. Air yang tertampung di dalam gelas ukur adalah volume batu atau benda yang tidak beraturan. Tahukah kamu jika orang yang pertama kali menemukan cara mengetahui volume benda yang tidak beraturan adalah Archimedes?.

Archimedes merupakan ahli matematika, astronomi, filsafat, fisika dan insinyur berkebangsaan Yunani. Ada sebuah cerita bahwa suatu hari Archimedes diminta Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkotanya terbuat dari emas murni atau ada campurannya, karena raja Hieron II curiga jika pembuat mahkotannya sudah mencampur emas dengan perak. Sebenarnya Archimedes sudah mengetahui cara menentukan mahkota raja adalah emas murni atau campuran, yaitu dengan menghitung massa jenisnya. Tetapi, dia kesulitan mengetahui volume mahkota tersebut karena bentuknya yang tidak teratur.

Baca juga : Memahami Tekanan Hidrostatis dan Bejana Berhubungan

Archimedes terus memikirkan cara mengetahui volume mahkota raja hingga pada suatu hari, karena letih, Archimedes menceburkan dirinya ke bak mandi umum yang penuh air. Dia melihat ada air yang tumpah dari bak mandi tersebut. Dia mengamati tumpahan air tersebut. Seketika, dia bangkit lalu berlari menuju rumahnya. Ketika di rumah, Archimedes berteriak kepada istrinya "eureka, eureka" yang berarti "sudah kutemukan, sudah kutemukan". Yups, Archimedes menyadari bahwa volume air yang tumpah sama besar dengan volume tubuh yang mendesak air keluar dari bak.

Melalui temuannya, Archimedes mulai menghitung volume mahkota dan menghitung massa jenis mahkota tersebut. Hasilnya adalah massa jenis mahkota tidak sama dengan massa jenis emas murni sehingga disimpulkan bahwa mahkota raja bukan terbuat dari emas murni melainkan dicampur dengan perak. Raja Hieron II kemudian menghukum mati si pembuat mahkota karena sudah berbuat curang.

Baca juga : Memahami Tekanan Benda Padat dan Hukum Pascal - IPA MTs

Itulah cerita singkat bagaimana awal mulanya Archimedes menemukan cara mengetahui volume benda yang bentuknya tidak beratur kemudian mengembangkannya dan dikenal dengan hukum Archimedes yang membuatnya dikenang sampai sekarang. Bagaimana hukum Archimedes, rumusnya dan penerapannya. Artikel ini akan menjelaskan hal-hal tersebut. Baca sampai tuntas ya..

Bunyi dan Rumus Hukum Archimedes

Menurut wikipedia dengan judul Archimedes menyebutkan beberapa penemuannya. Penemuan-penemuan tersebut antara lain : prinsip matematis tuas, sistem katrol untuk menarik sebuah kapal sendirian, rancangan model planetarium, nilai phi yang lebih mendekati dari ilmuwan sebelumnya yaitu 223/71 dan 220/70, bak air Archimedes untuk membuktikan bahwa volume dan luas permukaan bola adalah 2/3 dari tabung.

Baca juga : Memahami Definisi dan Rumus Usaha dalam Fisika beserta Hikmahnya - IPA MTs

Dalam fisika, penemuan yang membuatnya dikenal yaitu gaya ke atas oleh zat cair yang kemudian ditetapkan sebagai hukum Archimedes. Bunyi Hukum Archimedes yaitu : "Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya di dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut".

Berdasarkan bunyi Hukum Archimedes tersebut dapat diketahui bahwa zat cair dapat memberikan gaya dorong ke atas terhadap suatu benda yang tercelup ke dalam zat cair. Gaya ke atas air tersebut dikenal dengan gaya apung atau gaya tekan ke atas. Besarnya gaya ke atas air terhadap benda akan sama besar dengan berat benda yang tercelup ke dalam zat cair atau berat zat cair yang dipindahkan.

Baca juga : Sifat fisika dan kimia zat

Perlu kamu ketahui bahwa berat zat cair di sini bukan massa zat cair. Berat zat cair memiliki satuan Newton, jika massa zat cair memiliki satuan Kilogram. Berat zat cair tersebut dihitung dengan rumus W=m.g. W merupakan berat benda (N), m adalah massa benda (Kg) dan g yaitu gravitasi bumi (m/s²). Kemudian bila m diganti dengan rumus m=𝛒.V maka rumus berat zat cair akan menjadi W=𝛒.g.V. Karena berat zat cair sama dengan besar gaya ke atas air sama, maka rumus gaya ke atas air  sama dengan rumus berat zat cair yaitu :

Fa = 𝛒.g.V

Keterangan :

  • Fa = gaya ke atas air dengan satuan Newton (N)
  • 𝛒 = massa jenis zat cair dengan satuan Kg/m³. Jika benda tercelup ke dalam air, maka massa jenisnya adalah 1000 Kg/m³
  • g = percepatan gravitasi dengan satuan m/s². Percepatan gravitasi setiap tempat berbeda bergantung ketinggian tempat tersebut. Tetapi nilai gravitasi bumi biasanya ditulis 9,8 m/s² atau 10 m/s².
  • V = volume benda yang tercelup ke dalam zat cair, satuannya yaitu m³ atau volume zat cair yang dipindahkan oleh benda yang tercelup tersebut.

Berdasarkan hukum Archimedes dapat diketahui juga bahwa setiap benda bahkan kamu, ketika berada di di dalam zat cair, maka beratnya akan lebih ringan dari pada berat di udara. Hal tersebut disebabkan karena kamu memperoleh gaya ke atas atau gaya dorong oleh zat cair. Hubungan antara gaya ke atas air, berat benda di udara dan berat benda di dalam zat cair dapat dirumuskan sebagai berikut :

  • Fa = Wbu - Wba
  • Wba = Wbu - Fa
  • Wbu = Fa+Wba

Keterangan :

  • Fa = gaya ke atas air dengan satuan Newton (N)
  • Wba = berat benda ketika di dalam air dengan satuan Newton (N)
  • Wbu = berat benda ketika di udara dengan satuan Newton (N) yang dapat juga dihitung dengan rumus W=m.g. m adalah massa benda dengan satuan Kilogram (Kg) dan g adalah gravitasi dengan satuan m/s²

Baca juga : Jawaban uji kompetensi tekanan fisika kelas 8

Agar kamu dapat memahami penghitungan mengenai hukum Archimedes, sebaiknya perhatikan contoh soal di bawah ini.

Sebuah benda memiliki volume sebesar 8000 cm³ dengan massa jenis 1500 Kg/m³ dicelupkan ke dalam air yang memiliki massa jenis 1000 Kg/m³ dan benda tersebut tercelup seluruhnya. Jika besar gravitasi bumi 10 m/s², hitunglah !

  • a. Besar gaya ke atas air yang dialami benda
  • b. Berat benda di dalam air

Penyelesaian :

Diketahui :

  • Vb = 8000 cm³ = 8000 x 10⁻⁶ m³ = 8x10⁻³ m³
  • 𝛒b = 1500 Kg/m³
  • 𝛒a = 1000 Kg/m³
  • g = 10 m/s²

Ditanyakan :

  • a. Fa = .... N?
  • b. Wba = ....N?

Jawab :

a. Penyelesaian untuk menghitung besar gaya ke atas air adalah sebagai berikut :

  • Fa = 𝛒a.g.Vb
  • Fa = 1000 Kg/m³ x 10 m/s² x 8x10⁻³ m³
  • Fa = 80 N

b. Penyelesaian untuk menghitung besar berat benda di dalam air adalah sebagai berikut :

  • Cari besar berat benda di udara dengan rumus Wu = 𝛒b.g.Vb
  • Wu = 1500 Kg/m³ x 10 m/s² x 8x10⁻³ m³
  • Wu = 120 N
  • Wba = Wu - Fa
  • Wba = 120 N - 80 N
  • Wba = 40 N

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hukum Archimedes

Jika kamu memperhatikan rumus gaya ke atas air, maka kamu dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gaya ke atas menurut hukum Archimedes. Faktor-faktor tersebut yaitu : massa jenis zat cair, gravitasi bumi dan volume benda yang tercelup ke dalam air. Berikut penjelasan mengenai faktor-faktor tersebut.

A. Massa jenis zat cair

Berdasarkan rumus gaya ke atas air, massa jenis zat cair akan mempengaruhi besar kecilnya gaya dorong ke atas oleh air terhadap benda yang tercelup di dalamnya. Semakin besar massa jenis zat cairnya, maka gaya dorong ke atas air akan semakin besar. Bila massa jenis zat cair kecil maka gaya dorong ke atas zat cairnya akan kecil juga. Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara massa jenis zat cair dengan gaya dorong ke atas yang ditimbulkan oleh zat cair adalah berbanding lurus.

Campuran garam di dalam zat cair akan mempengaruhi massa jenis zat cair tersebut sehingga juga mempengaruhi besar gaya ke atas zat cair tersebut. Semakin banyak kandungan garamnya maka semakin besar massa jenis zat cair campuran tersebut sehingga gaya ke atasnya juga semakin besar. Contohnya adalah laut mati yang memiliki kandungan garam sebesar 40%, dan ini lebih besar 36,5% dari rata-rata kadar garam air laut pada umumnya yaitu sekitar 3,5%. Kandungan garam yang tinggi membuat massa jenis air laut mati menjadi tinggi sebesar 1,24 gr/cm³ atau 1240 kg/m³. Jadi ketika kamu berenang di air laut mati, maka kamu akan mengapung karena massa jenis tubuhmu lebih rendah dari massa jenis air laut mati. Perlu kamu ketahui, massa jenis tubuh manusia sektar 0,985 gr/cm³ atau 985 Kg/m³. Oleh karena itu, gaya ke atas air laut mati sangat besar sehingga mendorong tubuhmu sampai ke permukaan air atau mengapung.

B. Gravitasi bumi

Gravitasi bumi mempengaruhi besar gaya ke atas air. Bila gaya gravitasi di dalam zat cair pada suatu daerah lebih besar maka gaya ke atas air tersebut akan semakin besar. Namun bila semakin kecil gravitasinya, maka gaya ke atas airnya juga semakin kecil. Oleh karena itu hubungan antara gravitasi dan gaya ke atas air adalah berbanding lurus.

Besar kecilnya gravitasi bergantung ketinggian tempat. Semakin tinggi lokasi, gaya gravitasinya semakin lemah sehingga gaya ke atas airnya juga lemah. Bila semakij rendah maka pengaruh gravutasinya senakin besar. Besar gravitasi di permukaan laut sebesar 9,80665 m/s² atau dibulatkan menjadi 9,8 atau 10 m/s². Jadi, zat cair di dataran tinggi dan dataran rendah akan memiliki gaya ke atas air yang berbeda karena besar gravitasinya juga berbeda.

C. Volume benda

Volume benda yang tercelup dalam air akan mempengaruhi besar gaya ke atas air terhadap benda tersebut. Semakin besar volume benda yang tercelup di dalam air, maka gaya ke atas air yang dialami benda tersebut akan semakin besar. Bila semakin kecil volume benda yang tercelup dalam air, maka semakin kecil juga gaya ke atas air yang diperoleh benda. Jadi hubungan antara besar volume benda dengan gaya ke atas air adalah berbanding lurus.

Besar kecilnya gaya ke atas air yang dialami benda menyebabkan benda dapat terapung, melayang dan tenggelam. Berikut penjelasan mengenai benda terapung, melayang dan tenggelam serta kaitannya dengan gaya ke atas air.

1. Benda terapung

Saat kamu melempar kayu ke dalam air, maka kamu melihat kayu tersebut mengambang di permukaan air. Kondisi tersebut dinamakan terapung. Kayu yang mengapung menunjukkan bahwa gaya ke atas air terhadap kayu lebih besar dari berat kayu tersebut (Fa>Wb). Besarnya gaya ke atas air yang besar terhadap kayu menunjukkan bahwa kayu memiliki volume yang besar. Besarnya volume kayu disebabkan oleh rongga-rongga yang terdapat di dalam kayu, sehingga membuat massa jenis kayu lebih kecil dari massa jenis air (𝛒b<𝛒a). Perlu kamu ketahui, bahwa hubungan antara volume benda dan massa jenis yaitu berbanding terbalik sehingga bila volume suatu benda semakin besar maka semakin kecil massa jenis benda tersebut.

2. Benda melayang

Ketika kamu memasukkan benda ke dalam zat cair kemudian benda tersebut tidak mengapung atau berada di dasar air, maka benda tersebut berada dalam keadaan melayang. Benda yang melayang di dalam air menunjukkan bahwa berat benda sama dengan gaya ke atas air terhadap benda (Wb=Fa), juga menunjukkan bahwa massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair (𝛒b=𝛒a).

3. Benda tenggelam

Coba kamu masukkan sebuah kelereng ke dalam gelas yang berisi air, bagaimana kondisi kelereng tersebut ? Apakah mengapung, melayang atau tenggelam?. Yupss, kelereng tersebut akan tenggelam sampai ke dasar gelas. Hal itu menunjukkan bahwa gaya ke atas air yang mendorong kelereng lebih kecil dari berat kelereng tersebut (Fa<Wb) dan massa jenis bahan pembuat kelereng lebih besar dari massa jenis air (𝛒b>𝛒a).

Penerapan Hukum Archimedes

Hukum Archimedes memiliki manfaat yang besar bagi kemajuan teknologi manusia. Melalui penerapan hukum Archimedes Gaya ke Atas Air, manusia mampu membuat teknologi seperti kapal selam, kapal laut, balon udara, hidrometer, jembatan ponton dan lainnya.

A. Kapal Selam

Kapal selam merupakan teknologi yang biasanya digunakan untuk kepentingan militer dan pengetahuan kelautan. Kapal selam mampu bergerak di bawah permukaan air dan ketika berhenti dapat berada di permukaan air. Oleh karena itu, kapal selam dapat terapung, melayang dan tenggelam. Kemampuan kapal selam untuk mengapung, melayang dan tenggelam karena dilengkapi tangki pengapung. Bagaimana kapal selam mengapung, melayang dan tenggelam dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

cara penerapan hukum archimedes, kerja kapal selam dapat mengapung, melayang dan tenggelam ketika bergerak
Cara kapal selam mengapung, melayang dan tenggelam

Berdasarkan gambar dapat dilihat bahwa ketika kapal selam hendak berada dipermukaan (mengapung), tangki akan diisi udara sehingga air di dalam tangki keluar. Tangki yang berisi udara menyebabkan volume kapal selam bertambah sehingga akan memperoleh gaya ke atas air yang lebih besar dan mampu mendorong kapal selam naik ke permukaan.

Saat kapal selam hendak menyelam, maka udara di dalam tangki di keluarkan sebagian agar berat kapal selam sama dengan gaya ke atas air laut. Kedalaman kapal selam diatur dengan udara yang dimasukkan ke dalam tangki. Makin sedikit udara dalam tangki maka makin dalam posisi kapal selam tersebut.

Kapal selam dapat menyelam sampai di dasar laut. Hal itu dilakukan dengan mengosongkan udara dalam tangki sehingga tangki penuh dengan air. Hal tersebut menyebabkan berat kapal selam lebih besar dari gaya ke atas air laut. Perlu kamu ketahui bahwa semakin dalam, tekanan air akan semakin besar, sesuai dengan konsep tekanan hidrostatis. Oleh karena itu, dinding badan kapal selam terbuat dari logam baja yang sangat kuat sehingga mampu menahan tekanan dari air laut.

B. Kapal Laut

Kamu pernah kapal laut? Kamu lihat kapal laut dapat mengapung walaupun memiliki ukuran yang besar dan terbuat dari logam. Perlu kamu ketahui bahwa logam memiliki massa jenis yang lebih besar dari zat cair sehingga bila diletakkan di dalam air, logam akan tenggelam.

Kapal laut dapat mengapung disebabkan oleh bentuk dasar kapal yang melengkung (berupa cekungan) dan adanya lambung (rongga) kapal. Bentuk dasar kapal yang melengkung dan adanya rongga pada kapal, dapat memperluas volume bagian dasar kapal sehingga memperbesar gaya ke atas air terhadap bagian dasar kapal. Semakin besar ukuran kapal, maka volume dasar kapal juga akan diperbesar agar dasar kapal memperoleh gaya ke atas air atau gaya apung yang besar.

Adapun rongga kapal yang berisi udara dapat memperkecil massa jenis kapal. Dengan adanya udara di dalam lambung atau rongga kapal, dapat memperbesar volume kapal sehingga massa jenis keseluruhan kapal menjadi lebih kecil. Perlu kamu ingat, jika massa jenis suatu benda lebih kecil dari massa jenis zat cair, maka benda tersebut akan mengapung.

C. Balon Udara

Balon udara dapat terbang dan mengapung di udara karena diisi dengan udara panas. Udara panas dihasilkan dari pemanasan udara di dalam balon yang menyebabkan udara memuai sehingga meningkatkan volume udara di dalam balon. Peningkatan volume udara menyebabkan penurunan kerapatan atau massa jenis udara yang membuat massa jenis udara di dalam balon lebih kecil dari massa jenis udara di sekitar balon sehingga balon terangkat ke atas. Ingat massa jenis benda berbanding terbalik dengan volume benda.

D. Hidrometer

Hidrometer merupakan alat untuk mengukur massa jenis atau kerapatan zat cair, memeriksa muatan aki, menentukan kadar lemak dalam susu, dan menentukan kadar alkohol dalam minuman. Hidrometer umumya terbuat dari kaca. Bagian-bagian hidrometer dapat kamu lihat pada gambar di bawah ini :

alat hidrometer yang menerapkan hukum archimedes, bagian-bagian hidrometer dan cara menggunakan hidrometer
Bagian-bagian hidrometer dan cara kerjanya

Berdasarkan gambar, hidrometer terdiri dari bagian batang silinder dan bola pembobotan. Pada batang silinder terdapat angka-angka yang menunjukkan massa jenis zat cair yang diukur. Adapun, bola pembobotan berfungsi untuk menegakkan hidrometer agar menjaga ketepatan dalam membaca angka pengukuran. Bola pembobotan berisi merkuri atau tembakan timah.

Cara kerja hidrometer sesuai hukum Archimedes. Bila hidrometer diletakkan di dalam zat cair dengan kerapatan atau massa jenis yang besar, hidrometer akan mengapung dan permukaan zat cair akan bersinggungan dengan angka yang dekat bola pembobotan (angka yang besar). Namun bila diletakkan ke dalam zat cair yang memiliki massa jenis  rendah, maka hidrometer akan tenggelam dan permukaan zat cairnya bersinggungan dengan angka yang jauh dari bola pembobotan (angka yang kecil).

Jadi angka yang diperlihatkan pada hidrometer saat pengukuran menunjukkan massa jenis zat tersebut. Semakin besar angka yang diperlihatkan, semakin besar pula massa jenis zat cair yang diukur. Bila semakin kecil angka hasil pengukuran, maka massa jenis zat cair juga semakin kecil.

Cara menggunakan hidrometer yaitu dengan meletakkannya ke dalam cairan sehingga berada pada posisi tegak kemudian melihat angka yang bersinggungan dengan permukaaan zat cair. Saat melihat, mata sebaiknya sejajar dengan permukaan zat cair guna menghindari kesalahan saat pengamatan.

Kamu dapat membuat hidrometer sederhana dengan alat dan bahan antara lain : sedotan minuman jus, plastisin, penggaris, gunting, gelas kaca dan air. Langkah-langkah membuat hidrometer sederhana yaitu :

  1. Ambil gelas kaca lalu isi dengan air jernih setengahnya saja.
  2. Ambil sedotan lalu ukur sepanjang 10 cm kemudian potong dengan gunting.
  3. Ambil plastisin Ubahlah bentuk plastisin menjadi bulatan.
  4. Tancapkan sedotan ukuran 10 cm tadi ke bulatan plastisin secara tegak lurus lalu masukkan ke dalam air dalam gelas.
  5. Kamu akan melihat sedotan yang ditancapkan ke plastisin akan melayang. Itulah hidrometer sederhana. Jika kamu lepas sedotan dari plastisin, maka plastisin akan tenggelam. Ketika plastisin ditancapkan sedotan, maka terbentuk rongga udara sehingga plastisin berisi udara dan memperbesar volume serta memperkecil massa jenis hidrometer sederhana.
  6. Coba kamu buat larutan garam maka hidrometer akan mengapung lebih tinggi, karena penambahan garam dapat meningkatkan kerapatan atau massa jenis air.

E. Jembatan Apung

Jembatan apung merupakan jembatan yang dapat mengapung. Jembatan apung sederhana dapat dibuat dengan menghubungkan drum kosong yang ditutup rapat lalu meletakkan papan di atas drum tersebut sehingga dapat dilalui dan menjadi jembatan.

Drum kosong yang ditutup rapat dapat mengapung karena mempunyai volume yang besar sehingga membuat gaya ke atas air terhadap drum juga semakin besar. Selain itu, volume yang besar juga dapat menurunkan massa jenis drum yang tertutup rapat sehingga lebih kecil dari massa jenis air. Jadi jembatan apung sudah menerapkan hukum Archimedes.

F. Pelampung

Ketika kamu berenang di kolam renang, biasanya ada penyewaan pelampung baik yang dikenakan di kedua lengan ataupun berupa ban. Sebelum digunakan, pelampung tersebut diisi dengan udara. Saat kamu mengenakan pelampung tersebut, kamu tidak tenggelam saat berenang.

Pelampung tersebut, ternyata menerapkan hukum Archimedes. Udara yang dimasukkan ke dalam pelampung bertujuan untuk memperbesar volume pelampung agar dihasilkan gaya apung yang besar pula sehingga membantu pengguna pelampung dapat tetap terapung.

G. Teknik Uitemate (Mengapung di Air)

Teknik Uitemate merupakan teknik bertahan hidup di air. Teknik ini dikembangkan oleh Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka Jepang. Uitemate berarti mengambang dan menunggu. Teknik ini bertujuan untuk bertahan hidup ketika berada di perairan dengan mengapungkan diri. Teknik ini terbukti mampu menyelamatkan beberapa guru dan murid di salah satu sekolah di Jepang yang terperangkap di dalam gymasium dengan air yang meninggi saat terjadi tsunami.

Menurut informasi dari laman intisari.grid.id dengan judul "Begini Cara Mudah Mengambang di Air seperti Daun, Penting Agar Tak Tenggelam", bahwa teknik uitemate dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

  • Tetap tenang saat tenggelam, tidak perlu panik. Jika semakin panik akan semakin tenggelam.
  • Rentangkan tangan dan kaki seperti posisi tidur terlentang.
  • Wajah menghadap ke atas dan mata memandang ke atas juga lalu bernafas seperti biasa.
  • Biarkan pakaian dan sepatu tetap dipakai, karena dapat membantu mengapung.
  • Jika ada botol kosong, maka ambil dan letakkan di atas dada sambil didekap. Agar lebih jelas, perhatikan gambar di bawah ini

cara mengapung di air dengan teknik uitemate yang merupakan penerapan hukum archimedes
Cara mengambang di air dengan teknik uitemate

Jika kamu perhatikan teknik uitemate, sebenarnya teknik ini menerapkan Hukum Archimedes. Ketika seseorang merentangkan tangan dan kaki atau mendekap botol kosong, maka dia sudah memperbesar volume tubuhnya sehingga tubuhnya akan mendapatkan gaya ke atas air yang besar sehingga membantunya mengapung di permukaan air.

Penutup

Demikian besar manfaat dari penerapan hukum Archimedes, baik untuk kemajuan teknologi maupun usaha bertahan saat berada di perairan yang mampu menyelamatkan diri dari peristiwa tenggelam. Jadi, memahami Hukum Archimedes tidak hanya berupa konsep dan rumus saja, tetapi sebaiknya mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar lebih bermanfaat bagi diri dan orang-orang di sekitar. Ayo, perbanyak membaca dan gali ilmu dan pengetahuan yang sudah kamu baca lalu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bila artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan artikel ini kepada siapa saja agar banyak yang mendapatkan manfaat dari membaca artikel ini. Baca juga artikel-artikel lainnya di www.ipamts.com.

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian