Apa peran organisme tanah

peran organisme tanah, bakteri nitrifikasi
Peran organisme tanah

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Berdasarkan habitatnya, organisme dibagi ke dalam 2 kelompok besar yaitu organisme air dan organisme darat. Organisme air habitatnya adalah di dalam air, contonya kelas pisces seperti ikan. Organisme darat habitatnya adalah daratan, contohnya kelas mamalia seperti kucing dan lainnya.

Organisme darat, ada yang tinggal di atas permukaan tanah dan ada juga yang tinggal di bawah permukaan tanah. Kamu tentunya sudah mengetahui apa saja organisme yang tinggal di atas permukaan tanah. Tetapi, apakah kamu tahu bahwa 10 cm di bawah tanah ternyata ada organisme yang memiliki peran penting bagi tanah?.

Baca juga : Peran tanah bagi mahluk hidup

Organisme yang tinggal di bawah tanah umumnya berukuran kecil seperti bakteri, sehingga disebut mikroorganisme, kecuali kelompok cacing tanah. Hasil aktivitas biologis organisme dalam tanah tersebut dapat mempengaruhi kesuburan, tekstur dan kegemburan tanah. Ternyata mikroorganisme dalam tanah memiliki peran penting bagi tanah dan kehidupan.

Peran Organisme Tanah

Apa saja peran mikroorganisme tersebut? Berikut uraian mengenai beberapa peran dari organisme yang tinggal di bawah permukaan tanah.

A. Sebagai Dekomposer

Dekomposer merupakan organisme yang menguraikan bahan organik dari sisa-sisa mahluk hidup. Daun yang jatuh ke tanah, ranting, tubuh mahluk hidup yang sudah mati, akan diuraikan menjadi zat anorganik. Zat seperti karbon, air dan nitrogen akan dikembalikan ke ekosistem.

Organisme tanah juga membantu pelapukan batuan menjadi mineral tanah. Zat anorganik dan mineral tanah yang dihasilkan dari aktivitas organisme tanah disebut dengan zat hara atau nutrisi tanah. Nutrisi tanah tersebut akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Peran organisme tanah sebagai dekomposer juga dimanfaatkan dalam proses pembuatan pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pupuk yang berasal dari bahan organik seperti, kotoran hewan, daun, dan sisa-sisa sayuran.

Organisme yang termasuk dekomposer antara lain serangga, bakteri, cacing tanah, jamur, lactobakteria, ragi dan lain-lain.

B. Sebagai Pereaksi dalam Tanah

Organisme tanah akan memecah molekul organik kompleks yang terdapat dalam sisa mahluk hidup. Molekul organik kompleks diurai menjadi unsur atau senyawa sederhana yang dapat digunakan oleh organisme lainnya.

Contohnya adalah bakteri Nitrobacter yang berperan dalam siklus nitrogen melalui nitrifikasi. Nitrobacter akan mengoksidasi nitrit (NO₂⁻) menjadi Nitrat (NO₃⁻). Senyawa nitrat tersebut akan digunakan oleh tumbuhan. Keberadaan bakteri Nitrobacter dapat menyuburkan dan menggemburkan tanah serta membuat tanah cukup air karena bakteri tersebut dapat mengikat hidrogen.

Baca juga : Partikel dalam benda dan mahluk hidup

Selain bakteri, di dalam tanah terdapat jamur mikoriza yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan agar tumbuhan dapat menyerap unsur hara fosfor. Selain itu, mikoriza juga berperan dalam memperbaiki struktur tanah dan menyalurkan karbohidrat dari akar tanaman ke organisme tanah yang lain.

C. Sebagai Pengurai Polutan Tanah

Polutan tanah merupakan zat yang mencemari tanah sehingga menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah. Hal tersebut berdampak buruk bagi tanaman.

Polutan tanah dapat berupa bahan atau benda yang tidak dapat didaur ulang, zat kimia, zat dari pengikisan lapisan humus oleh air, senyawa asam dari hujan asam. Polutan tanah dapat merupakan bahan organik dan anorganik

Organisme tanah dapat berperan sebagai pengurai polutan tanah. Organisme tersebut dapat menguraikan polutan tanah secara cepat maupun lambat.

Penguraian zat kimia seperti herbisida dapat berlangsung lebih cepat bila aktivitas organisme tanah semakin tinggi. Unsur-unsur kimia logam berat seperti arsenik, kromium dan merkuri dapat terakumulasi dalam tubuh bakteri sehingga tidak menyebabkan polusi bertambah parah.

D. Sebagai Pencegah Organisme Penyakit yang Masuk ke dalam Tanah

Dalam kondisi normal yang mana tanah memiliki jumlah senyawa organik dan aktivitas organisme tinggi, organisme tanah dapat melawan organisme penyakit yang masuk ke dalam tanah. Kondisi tanah yang normal dapat terjadi ketika tanah tidak berikan pupuk dari bahan kimia dan pestisida secara berlebihan.

Dalam mencegah organisme penyakit yang masuk ke dalam tanah, organisme tanah akan memangsa organisme penyakit tersebut. Oleh karena itu, jagalah tanah, karena organisme tanah scara alamiah akan mengendalikan organisme penyakit.

E. Sebagai Pemberi Pengaruh pada Tekstur Tanah

Tekstur tanah merupakan tingkat kehalusan tanah. Tingkat kehalusan tanah ditentukan oleh besar kecilnya ukuran butiran tanah yang menyusun tanah.

Jumlah butiran penyusun tanah yang terkandung dalam tanah akan menentukan jenis tanah tersebut. Berdasarkan ukuran butiran penyusun tanah, tanah dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu tanah lempung, tanah liat dan pasir atau campuran dari ketiga jenis tanah. Jenis-jenis tanah tersebut memiliki perbedaan tekstur.

Perbedaan tekstur tanah bergantung kepada jumlah butiran pasir, debu dan liat yang menyusun tanah. Butiran penyusun tanah liat mempunyai ukuran <0,002 mm, butiran debu berukuran 0,002-0,5 mm, dan butiran pasir berukuran 0,5-2,0 mm. Jumlah butiran penyusun tanah tersebut dibentuk oleh aktivitas biologis organisme tanah.

Baca juga : Memahami Tekanan Benda Padat dan Hukum Pascal - IPA MTs

Tekstur tanah akan mempengaruhi sifat tanah tersebut. Tanah pasir memiliki tekstur tanah kasar dengan ukuran partikelnya 0,5-2,0 mm. Tekstur yang kasar, membuat pasir tidak mampu membentuk struktur kompak, pori-pori besar yang saling terhubung sehingga menyebabkan pasir kurang baik menyimpan air. Adapun tanah liat yang mempunyai ukuran partikel terkecil yaitu di bawah 0,002 mm, memiliki struktur yang kompak dan pori-pori kecil, akan membuat tanah liat mampu menahan atau menyimpan air.

Sifat yang dimiliki oleh tanah akan mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyediakan air dan mineral bagi tumbuhan. Jenis tanah yang merupakan campuran antara pasir dan tanah liat, akan menguntungkan bagi tumbuhan. Sifat tanah liat yang mampu menyimpan air baik untuk memenuhi ketersediaan air bagi tumbuhan. Adapun pasir dengan pori-pori yang besar dapat memberikan ruang bagi sel-sel akar memperoleh oksigen.

F. Pengatur Kegemburan dan Struktur Tanah

Organisme tanah dapat mempengaruhi kegemburan dan struktur tanah. Kegemburan tanah merupakan kondisi tanah yang subur, lunak, tidak padat dan terdiri atas campuran pasir serta tanah liat juga bahan organik lainnya. Tanah yang gembur dapat memungkinkan udara masuk ke dalam tanah. Masuknya udara ke dalam tanah disebut aerasi tanah.

Kegemburan tanah disebabkan oleh aktivitas organisme tanah dalam menguraikan senyawa organik dari daun yang jatuh ke tanah, jasad mahluk hidup yang sudah mati dan bahan organik lainnya. Contohnya bakteri nitrosomonas yang menguraikan amonium menjadi nitrit dan bakteri nitrobacter yang menguraikan nitrit menjadi nitrat. Kedua bakteri tersebut dikenal dengan bakteri nitrifikasi.

Selain bakteri, cacing tanah juga memiliki peran dalam penggemburan tanah. Cacing tanah akan membuat lubang di dalam tanah sehingga akan mencampurkan partikel-partikel tanah yang membuat aliran udara dalam tanah lebih baik. Lubang yang dibuat oleh cacing bermanfaat bagi akar tumbuhan untuk menembus tanah.

Aktivitas organisme tanah seperti bakteri, akan menghasilkan senyawa organik polisakarida. Polisakarida tersebut bersifat seperti perekat sehingga merekatkan butiran-butiran tanah menjadi gumpalan.

Bila gumpalan tersebut berukuran besar, maka dapat menyimpan air tanah dalam pori-porinya. Tanah dengan gumpalan akan lebih stabil dan tahan erosi.

Selain bakteri, jamur juga berperan dalam pembentukan gumpalan tanah. Gumpalan tanah yang baik akan bermanfaat bagi organisme tanah guna menunjang pertumbuhan populasinya. Gumpalan-gumpalan butiran tanah tersebut juga akan membentuk struktur tanah.

Baca juga : Reproduksi Tumbuhan Paku dan Lumut - IPA MTs

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa organisme tanah memiliki peran yang penting dalam menguraikan bahan organik yang berasal dari jasad mahluk hidup yang telah mati, memecah molekul organik yang terkandung dalam jasad mahluk hidup,  menguraikan polutan tanah, mencegah organisme penyakit yang masuk ke dalam tanah, memberikan pengaruh pada tekstur tanah dan mengatur kegembutan serta struktur tanah.

Disadari atau tanpa disadari, organisme tanah tersebut memberi andil dalam menjaga kelestarian ekosistem. Tanpa organisme tanah tersebut, materi-materi organik yang masuk ke dalam tanah tidak dapat terurai menjadi tanah yang merupakan tempat manusia, hewan dan tumbuhan hidup. Bahkan bila organisme tanah tidak ada, maka kehidupan di atas tanah juga tidak ada. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga tanah dengan tidak mengeksploitasi tanah, memberikan tanah bahan-bahan yang berbahaya bagi keberlangsungan hidup organisme tanah dan hal lain yang merusak tanah.

Demikian penjelasan mengenai peran organisme tanah. Mudah-mudahan memberikan tambahan pengetahuan akan pentingnya tanah dan organisme yang di dalamnya. Silahkan bagikan artikel ini kepada siapa saja agar memperoleh manfaat dari artikel ini. Baca juga artikel lainnya di ipamts.com.

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian