Pembentukan ion dan fungsi ion

pembentukan senyawa garam dari ion natrium dan klor
Pembentukan ion dan fungsi ion

Bismillahirrahmaanirrahiim

Suatu atom dapat bermuatan positif atau negatif. Atom yang bermuatan tersebut dinamakan ion. Proses pembentukan ion disebut ionisasi.

Atom dapat bermuatan ketika atom tersebut melepas elektron yang terdapat di kulit terluarnya atau juga ketika atom tersebut menerima elektron dari atom lainnya. Tujuan atom melepas elektron atau menerima elektrom yaitu untuk mencapai kestabilan. Kestabilan atom diperoleh jika jumlah elektron valensinya berjumlah 2 atau 8 elektron. Elektron valensi dari sebuah atom dapat diketahui melalui konfigurasi elektron.

Baca juga : Konfigurasi elektron dan manfaatnya

Ion sangat penting bagi tubuh manusia dan kehidupan manusia. Salah satu fungsi ion bagi tubuh adalah transpor oksigen dan karbondioksida dalam tubuh. Adapun bagi lingkungan, ion dapat digunakan untuk membunuh bakteri dan virus.

Bagaimanakah ion itu terbentuk dan apa saja fungsi-fungsi dari ion bagi tubuh dan lingkungan?. Artikel kali ini akan membahas hal-hal tersebut. Baca dengan santai dan sampai tuntas ya...

Pembentukan Ion

Ion dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu ion positif dan ion negatif. Ion positif disebut kation dan ion yang bermuatan negatif disebut anion.

Pada bagian ini akan dibahas pembentukan kation dan anion.

Pembentukan Kation

Kation adalah atom yang bermuatan positif. Atom dapat bermuatan positif disebabkan oleh lepasnya elektron terluar dari kulit atom tersebut. Hal ini menyebabkan jumlah elektron lebih sedikit dari jumlah protonnya.

Perlu kamu ingat, atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron terdapat di dalam inti atom, sedangkan elektron terdapat pada kulit atom. Jadi proton, neutron dan elektron merupakan partikel subatom.

Baca juga : Partikel subatom dan teori atom

Lepasnya elektron bertujuan agar atom tetap dalam stabil atau berikatan dengan atom lain. Elektron yang terlepas dari atom merupakan elektron valensi. Jumlah elektron valensi yang dapat terlepas yaitu antara 1-4 elektron.

Jumlah elektron valensi dapat diketahui dengan melakukan konfigurasi elektron. Jika terdapat 1-4 elektron dikulit terluar dari konfigurasi elektron, maka atom tersebut merupakan kation. Konfigurasi elektron dilakukan berdasarkan nomor atom.

Baca juga : Nomor atom, nomor massa dan kegunaannya

Kation ditulis dengan memberikan tanda + di kanan atas lambang atomnya. Tanda + menunjukkan jumlah elektron yang akan lepas. Berikut ini beberapa kation dan penjelasannya.

  • Na⁺ menunjukkan atom natrium mempunyai 1 muatan positif karena melepas 1 elektron.
  • Mg²⁺ menunjukkan atom magnesium mempunyai 2 muatan positif karena melepas 2 elektron
  • Al³⁺ menunjukkan atom alumunium mempunyai 3 muatan positif karena melepas 3 elektron
  • C⁴⁺ menunjukkan atom karbon melepas 4 elektron

Atom-atom yang termasuk kation antara lain atom-atom yang terdapat pada golongan IA, golongan IIA, golongan IIIA dan golongan IVA serta golongan IB sampai IVB. Atom-atom apa saja yang terdapat pada golongan-tersebut dapat kamu lihat di tabel periodik unsur.

Pembentukan Anion

Anion merupakan atom yang bermuatan negatif. Atom dapat bermuatan negatif karena atom tersebut menerima elektron saat berikatan dengan atom lain.

Suatu atom menerima atau menangkap elektron disebabkan oleh jumlah elektron pada kulit terluarnya berjumlah antara 5-7 elektron. Tujuan dari atom menangkap elektron agar jumlah elektron terluarnya berjumlah 8 elektron sehingga atom tersebut dapat stabil.

Suatu atom yang termasuk anion dapat diketahui melalui konfigurasi elektron dan letaknya di tabel periodik unsur. Jika jumlah jumlah elektron terluar dari konfigurasi elektron berjumlah 5-7 elektron, maka atom tersebut termasuk anion. Bila atom terdapar pada golongan V sampai VII, maka atom tersebut juga merupakan anion.

Baca juga : Sifat fisika dan kimia zat

Anion ditulis dengan memberikan tanda - pada kanan atas simbol suatu atom. Berikut contoh penulisan beberapa anion.

  • N³⁻ menunjukkan bahwa atom nitrogen kekurangan 3 elektron sehingga akan menangkap 3 elektron
  • O²⁻ menunjukkan bahwa atom oksigen kekurangan dan akan menangkap 2 elektron agar stabil
  • Cl⁻ menunjukkan bahwa atom klor kekurangan dan akan menangkap 1 elektron agar stabil

Pembentukan Senyawa Ion

Setelah kamu membaca penjelasan bagaimana ion terbentuk. Sekarang akan dijelaskan bagaimana senyawa ionik terbentuk.

Senyawa ion adalah senyawa yang dihasilkan dari ikatan ion. Ikatan ion merupakan ikatan antar atom yang terjadi karena adanya pelepasan elektron dari salah satu atom dan penangkapan elektron oleh atom lainnya.

Atom yang melepaskan elektron akan kekurangan elektron sehingga bermuatan positif dan disebut kation, sedangkan atom yang menangkap elektron akan kelebihan elektron sehingga bermuatan negatif dan disebut anion. Atom yang melepaskan elektron biasanya merupakan unsur logam dan atom yang menerima elektron biasanya merupakan unsur non logam. Jadi ikatan ion terjadi pada ikatan antara unsur logam dan nonlogam.

Ikatan ion terjadi karena adanya tarik menarik secara elektrostatik antara kation dan anion. Agar kamu dapat memahami ikatan ion, perhatikan gambar ikatan ion antara natrium dan klor yang membentuk senyawa natrium klorida atau garam, di atas.

Pada gambar di atas, kamu dapat melihat bahwa natrium dengan konfigurasi elektron 2,8,1 dan memiliki 1 elektron pada kulit terluarnya, melepaskan elektron tersebut kemudian ditangkap oleh elektron terluar dari klor. Karena lepasnya 1 elektron, maka konfigurasi elektron natrium menjadi 2,8,8. Adapun pada atom khlor, semula konfiguras elektronnya 2,8,7 berubah menjadi 2,8,8 karena elektron terluarnya menangkap 1 elektron dari natrium.

Senyawa ion yang terbentuk dari ikatan ion biasanya membentuk kristal solid dengan titik leleh yang tinggi. Senyawa ion juga mudah larut dalam air dan dapat menghantarkan listrik bila dalam larutan (termasuk larutan elektrolit). Penamaan senyawa ion dimulai dari nama unsur logamnya kemudian nama unsur non logamnya seperti natrium klorida. Natrium merupakan unsur logam dan klorida merupakan unsur nonlogam.

Unsur logam terdapat pada golongan IA (kecuali unsur H), IIA (kecuali unsur Be) dan IIIA (alumunium) serta golongam unsur transisi (golongan B) pada tabel periodik unsur. Unsur nonlogam terdapat pada golongan IVA sampai VIIA. Unsur VIIIA tidak dapat membentuk ion karena merupakan unsur yang stabil. Unsur VIIIA merupakan unsur logam mulia

Fungsi Ion

Ion sangat penting bagi kehidupan. Manusia tidak akan dapat hidup tanpa adanya ion-ion. Di dalam tubuh manusia banyak terdapat ion, seperti ion kalium (K⁺), ion natrium (Na⁺), ion kalsium (Ca²⁺), ion magnesium (Mg²⁺), ion klorida (Cl⁻), ion karbonat (CO₃²⁻), dan ion hidrogen karbonat (HCO₃⁻).

Ion calsium berfungsi dalam proses pembekuan darah ketika terjadi luka pada tubuh sehingga luka dapat tertutup dan darah berhenti mengalir. Jika luka tidak tertutup dan darah terus mengalir, maka tubuh akan kekurangan nutrisi yang terkandung dalam darah sehingga tubuh akan lemas dan yang terburuknya adalah kematian.

Ion natrium berperan dalam proses penghantaran impuls dalam sel saraf secara elektrik. Hal tersebut membuat tubuh peka terhadap rangsangan dan menanggapi rangsang tersebut.

Ion hidrogen karbonat dan klorida berperan dalam transpor karbondioksida dan oksigen. Karbondiolsida hasil pembakaran glukosa yang terdapat dalam jaringan tubuh, akan diambil dan disalurkan menuju paru-paru untuk dibuang kemudian diganti dengan oksigen. Karbondioksida dari jaringan tubuh akan larut dalam plasma darah dan darah. 

Karbondioksida yang larut dalam plasma darah akan bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H₂CO₃). Asam karbonat tersebut dapat berubah menjadi ion bikarbonat (HCO₃⁻) dan hidrogen.

Di dalam darah khususnya sel darah merah, karbondioksida berikatan dengan hemoglobin (Hb). Hemoglobin merupakan zat pemberi warna merah pada sel darah merah. Ikatan karbondioksida dan Hb akan membentuk HbCO₂.

Ion juga dapat digunakan untuk membersihkan udara di lingkungan. Contohnya ada pada pendingin udara seperti Air Conditioner (AC) Plasma Cluster. Alat ini menghasilkan ion H⁺ dan O²⁻. Ion-ion tersebut dapat membunuh bakteri Escherichia coli, Micrococcus pyogenes dan virus influenza. Kedua ion tersebut akan bereaksi menghasilkan hidrogen peroksida (H₂O₂) pada lapisan luar tubuh bakteri dan virus. Hidrogen peroksida mempunyai energi potensial yang tinggi. Energi potensial tersebut mampu merusak dinding sel bakteri dan virus dan selubung proteinnya sehingga bakteri dan virus mati.

Sebenarnya masih banyak lagi fungsi dari ion. Silahkan kamu cari fungsi-fungsi dari ion.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas, dapa diketahui bahwa ion terdiri dari dua macam yaitu kation dan anion. Kation merupakan ion yang bermuatan positif dimana atomnya melepas elektron. Anion merupakan ion bermuatan negatif dimana atomnya menerima elektron.

Senyawa ion terbentuk dari ikatan antar ion. Ikatan ion terjadi antara unsur logam dan nonlogam. Unsur logam akan melepaskan elektron dan unsur nonlogam akan menerima elektron. Ikatan ion tersebut berupa ikatan ion kovalen.

Ion maupun senyawa ion banyak terdapat di lingkungan dan dalam tubuh mahluk hidup. Ion dan senyawa ion tersebut dapat berguna bagi lingkungan dan kerja tubuh mahluk hidup.

Sekian penjelasan mengenai pembentukan ion dan fungsi ion. Mudah mudahan bermanfaat menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai pembentukan ion dan fungsi ion.

Budayakan terus literasinya, karena dengan literasi dapat meningkatkan kerja otak. Dalam agama islam, ayat pertama turun adalah ayat yang memerintahkan untuk membaca. Hal tersebut menunjukkan bahwa literasi atau membaca memiliki peran penting bagi pengetahuan seseorang.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat, silahkan bagikan ke teman-temanmu secara langsung atau melalui media sosial. Baca juga artikel-artikel sains lainnya di www.ipamts.com

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian