Perilaku hemat energi dalam keseharian

perilaku hemat energi dalam keseharian untuk menyelamatkan planet bumi
Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

Bismillahirrahmanirrahiim

Tiap tahun jumlah penduduk semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kelahiran. Peningkatan jumlah penduduk akan meningkatkan pula jumlah energi yang dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari.

Manusia tidak akan lepas dari energi. Energi dibutuhkan oleh manusia untuk menunjang kehidupannya. Energi yang banyak digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah energi listrik dan energi kimia.

Energi listrik banyak dipakai untuk aktivitas manusia yang menggunakan alat-alat listrik seperti lampu, setrika, alat komunikasi, alat listrik dalam usaha industri dan lain-lain. Energi listrik diperoleh dari pembangkit tenaga listrik. Sebagian besar, Pembangkit tenaga listrik berproduksi dengan menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam.

Baca juga : Memahami Sumber Energi Tak Terbarukan dan Terbarukan - IPA MTs

Bahan bakar fosil merupakan bentuk energi kimia. Produk-produk dari pengolahan bahan bakar fosil minyak bumi seperti bensin, digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Pembakaran bahan bakar tersebut akan menghasilkan gas emisi seperti karbon monoksida, karbon dioksida dan nitrogen dioksida.

Pemakaian bahan bakar fosil secara besar-besaran memberi pengaruh terhadap ketersediaannya di alam yang semakin menipis. Hal ini akan memberi pengaruh juga terhadap kondisi bumi tempat tinggal manusia dan mahluk lainnya.

Kondisi bumi juga dipengaruhi oleh gas emisi dari pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan bermotor dan mesin usaha industri. Meningkatnya kandungan gas emisi di udara menyebabkan menumpuknya jumlah gas emisi di udara dan beresiko timbulnya reaksi dengan unsur lain di udara dan membentuk senyawa yang dapat saja berbahaya bagi kondisi udara di atas bumi.

Pengaruh buruk dari penumpukan gas emisi dan senyawa, yang terbentuk dari ikatan gas emisi dan unsur lain di udara, terhadap bumi yaitu meningkatnya efek rumah kaca dan hujan asam. Efek rumah kaca dapat menimbulkan pemanasan global sehingga mempengaruhi iklim di bumi. Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan bagi organisme dan bangunan di bumi karena zat asam bersifat korosif.

Kondisi bumi yang memburuk dapat pula ditimbulkan oleh eksploitasi sumber energi lainnya seperti air dan tumbuhan, atau juga disebabkan oleh pembuangan limbah secara langsung ke tanah, air dan udara, yang membuat ketiga hal tersebut tercemar.

Pengambilan air secara besar-besaran dari dalam tanah menyebabkan menipisnya jumlah kandungan air tanah. Penebangan pohon secara masif dapat mengakibatkan penurunan jumlah vegetasi di suatu daerah sehingga mempengaruhi kondisi udara, tanah dan hewan. Pada akhirnya memberikan dampak buruk terhadap kehidupan manusia.

Oleh karena itu, perlu upaya untuk menjaga ketersediaam energi bahan bakar fosil dan kandungan mineral lainnya dalam bentuk perilaku hemat energi di keseharian. Berikut upaya-upaya dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dilakukan.

1. Menggunakan teknologi ramah lingkungan

Penggunaan teknologi ramah lingkungan dapat menjaga ketersediaan sumber energi yang berasal dari dalam bumi atau bahan fosil. Hal tersebut disebabkan oleh energi yang digunakan untuk menggerakkan teknologi ramah lingkungan berasal dari sumber energi yang dapat diperbaharui.

Baca juga : Penerapan teknologi ramah lingkungan

Ketersediaan sumber energi yang dapat diperbaharui, sangat melimpah dan tidak akan habis selama alam semesta ini masih ada. Contoh sumber energi tersebut adalah air, angin, cahaya matahari, tumbuhan, dan hidrogen.

Air akan tersedia melalui siklus air, angin akan tersedia selama ada rotasi bumi dan perbedaan suhu, cahaya matahari akan tersedia selama matahari masih bersinar, tumbuhan akan tersedia melalui penanaman, dan hidrogen akan tersedia selama masih ada air dan mahluk hidup.

Penggunaan teknologi ramah lingkungan juga dapat mengurangi pencemaran udara karena tidak dihasilkan gas buangan dari hasil pembakarannya. Pemanfaatan teknologi tersebut, juga dapat memperbaiki kualitar air dan tanah serta udara sehimgga dapat menjaga kelestarian ekosistem di bumi.

2. Menggunakan kendaraan tidak berbahan bakar fosil dan transportasi umum.

Seiring meningkatnya jumlah penduduk dalam suatu daerah berpotensi meningkatnya jumlah kendaraan. Contohnya adalah dalam satu keluarga. Ketika jumlah keluarga hanya dua orang yaitu suami dan istri, mungkin hanya membutuhkan satu kendaraan. Namun ketika memiliki anak, karena memiliki kemampuan ekonomi, mereka membelikan kendaraan kepada anaknya dengan alasan kemudahan dan keamanan ketika bepergian.

Saat ini, kendaraan yang digunakan sebagai alat transportasi merupakan kendaraan berbahan bakar fosil. Hasil pembakaran di dalam mesinnya menghasilkan gas emisi seperti karbon monoksida. Dalam sebuah jurnal kesehatan masyarakat Indonesia dengan judul  Indikator Pencemaran Udara Berdasarkan Jumlah Kendaraan dan Kondisi Iklim (Studi di Wilayah Terminal Mangkang dan Terminal Penggarong Semarang), Irma Dita Kurniawati dkk., menyimpulkan bahwa ada hubungan jumlah kendaraan dan kelembaban udara dengan konsentrasi karbon monoksida (p<0,05).

Baca juga : Upaya menjaga kelestarian tanah

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah kendaraan sangat nyata mempengaruhi konsentrasi karbon monoksida di udara. Semakin banyak kendaraan yang digunakan, maka semakin besar konsentrasi karbon monoksida yang terjadi. Karbon monoksida merupakan salah satu polutan yang mencemari udara. Pencemaran udara adalah faktor resiko gangguan kesehatan terbesar di dunia.

Berdasarkan hal tersebut, perlu upaya untuk dapat mengurangi jumlah kendaraan berbahan fosil. Cara yang dapat dilakukan antara lain menurunkan jumlah pemakaian kendaran pribadi, menggunakan kendaraan tidak bermesin seperti sepeda, menggunakan kendaraan listrik atau menggunakan transportasi umum dalam kegiatannya.

Hal tersebut dapat terwujud bila ada kesadaran dari setiap orang akan dampak dari pencemaran udara kemudian melakukan seseuai dengan kesadaran dalam perilaku sehari-hari. Selain itu perlu juga kerjasama yang baik antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dengan masyarakatnya. Tapi iti bukan urusan yang mudah dilakukan, namun coba untuk tetap dikerjakan.

3. Menggunakan alat-alat listrik sesuai kebutuhan

Coba kamu perhatikan alat-alat listrik di rumahmu. Ada berapakah alat listrik yang digunakan dan berapa lama alat tersebut digunakan serta berapa beban listrik yang digunakan selama sebulan?. Coba bayangkan, ada berapa rumah dan bangunan di bumi ini yang dihuni serta menggunakan listrik kemudian berapa total energi listrik dari alat-alat listrik dalam seluruh rumah dan bangunan tersebut?. Tentunya akan menghasilkan angka yang fantastis.

Perlu kamu ketahui, bila jumlah energi listrik yang digunakan masyarakat semakim besar, maka pembangkit listrik akan memproduksi energi listrik lebih besar. Produksi besar membutuhkan bahan bakar lebih banyak dan menghasilkan limbah lebih banyak juga. Semakin besar limbah yang dihasilkan dan dibuang, tentunya akan meningkatkan pencemaran terhadap lingkungan yang akan meningkatkan resiko gangguan kesehatan manusia dan mengganggu keseimbangan alam.

Baca juga : Contoh Pemanfaatan Teknologi Listrik dan Pencegahan Bahaya Penggunaan Listrik

Jadi cobalah mulai menggunakan alat-alat listrik di rumahmu sesuai kebutuhan. Contohnya lampu ketika sudah tidak digunakan sebaiknya dimatikan seperti siang hari atau malam hari saat kamu hendak tidur. Mulailah dari kebaikan kecil yang dapat dikerjakan untuk menyelamatkan planet ini dengan hemat energi listrik.

4. Menggunakan penampung air dan hemat air

Air adalah komponen yang sangat penting bagi mahluk hidup termasuk manusia. Manusia menggunakan air untuk keperluan fisiologi tubuh dan aktivitas sehari-hari seperti mencuci pakaian, menyiram tanaman, dan lain-lain. Tumbuhan membutuhkan air sebagai bahan fotosintesis yang akan menghasilkan makaman dan oksigen bagi manusia.

Pertambahan jumlah manusia akan meningkatkan kebutuhan terhadap air, terutama air bersih. Air bersih yang dibutuhkan manusia, kebanyakan air dalam tanah, sehingga manusia menggunakan teknologi sumur bor dan pompa air untuk mengambil air.

Pengambilan air tanah dengan pompa air dan pembangunan di atas tanah menyebabkan berkurangnya jumlah air dalam tanah. Pembangunan menyebabkan tanah dilapisi bahan keras dan kedap air serta terjadinya penebangan pohon untuk membuka lahan.

Tanah yang dilapisi bahan keras dan kedap air mengakibatkan tanah tidak dapat menyerap air. Adapun penebangan pohon menimbulkan hilangnya akar yang dapat mengikat partikel tanah dan menyimpan air.

Baca juga : Apa peran organisme tanah

Oleh karena itu, perlu upaya untuk menghemat penggunaan air agar air dalam tanah tetap tersedia untuk mencukupi kebutuhan manusia. Upaya yang dapat dilakukan adalah membuat wadah penampungan air dan menggunakan air sesuai kebutuhan.

Kamu dapat menggunakan toren yang banyak dijual atau membangun sendiri bak penampung air. Adapun contoh menghemat air yaitu mematikan kran air saat tidak digunakan, atau membuka sedikit kran air untuk mencuci tangan atau berwudlu.

5. Menggunakan alat listrik hemat energi

Setiap alat listrik akan menghasilkan energi atau usaha listrik berbeda-beda. Usaha listrik dipengaruhi oleh daya listrik yang dibutuhkan alat dan lama pemakaian alat listrik tersebut. Semakin besar konsumsi daya listrik dari alat listrik dan semakin lama pengunaannya, maka usaha atau energi listrik yang dihasilkan akan semakin besar.

Baca juga : Cara Menghitung Biaya Listrik dan Menghemat Energi Listrik - IPA MTs

Berdasarkan hal tersebut, kamu dapat mengetahui upaya untuk menghemat listrik dari alat-alat listrik yang ada dirumahmu, yaitu dengan mengurangi atau menurunkan konsumsi daya listrik juga mengurangi lama pemakaian alat listrik. Untuk mengetahui besarnya daya listrik dari alat listrik, kamu dapat mengetahuinya dari bungkusnya saat kamu membeli.

Biasanya pada bungkus alatnya, terdapat terdapat tulisan 150 watt atau 350 watt (di belakangnya ada tulisan watt). Angka dan satuan yang tertulis itu menunjukkan daya listrik yang dibutuhkan alat agar dapat digunakan. Sebaiknya kamu ketika membeli alat listrik, pilih alat listrik dengan daya yang rendah. Tetapi harga alat tersebut biasanya lebih mahal dari yang biasa.

Demikian beberapa perilaku untuk menghemat energi dalam keseharian yang dapat kamu lakukan. Seandainya setiap orang mempunyai kesadaran akan kondisi lingkungannya dan ada keinginan untuk menjaga lingkungannya, maka setiap orang tentu akan melakukan usaha yang mampu dilakukan untuk menjaga planet bumi.

Jika artikel ini dirasa memberikan manfaat, slahkan kamu bagikan ke siapa saja agar banyak yang memperoleh manfaat dari membaca artikel ini. Baca juga artikel-artikel bermanfaat lainnya di www.ipamts.com.

Bagikan artikel :

Translate

Pencarian