Listrik pada Sel Saraf - IPA MTs

 LISTRIK PADA SEL SARAF

Bismillahirrahmanirrahiim

Selamat datang di blog IPA MTs dan selamat membaca.

Kalian mungkin melihat judulnya akan bingung, masa ada listrik di dalam sel saraf manusia. Jika ada listrik di dalam tubuh manusia, maka manusia dapat menghasilkan sekaligus menghantarkan listrik donk...Betul...Tapi listrik yang dihasilkan manusia bukan untuk menyalakan lampu yaa..Listriknya hanya berupa loncatan elektron atau disebut dengan listrik statis.

Listrik pada manusia dinamakan biolistrik. Listrik ini berasal dari ion. Ion merupakan atom yang bermuatan listrik. Atom yang bermuatan listrik positif disebut kation dan yang bermuatan negatif disebut anion. Tubuh manusia memiliki kedua ion tersebut. Kation dalam tubuh manusia berasal dari Ca²⁺ dan Na⁺ sedangkan anion berasal dari Cl⁻.

Baca juga artikel bermanfaat yang berkaitan :

Coba kalian perhatikan diri sendiri. Bagaimana kalian memiliki gerak yang cepat apalagi gerak refleks. Ketika kalian dipanggil oleh teman kalian, apa yang akan kalian lakukan. Kalian akan langsung menengok teman kalian dalam waktu sepersekian detik. Kalian juga perhatikan ketika kalian tanpa sengaja menginjak es batu, maka dengan cepat kaki kalian mengangkat dan mulut kalian langsung teriak aww...

Ketika kalian dipanggil atau menginjak es batu, maka sel reseptor kalian menerima impuls atau rangsang kemudian diteruskan ke otak yang merupakan saraf utama dan disampaikan kembali kepada efektor. Bayangkan betapa cepat suatu impuls tersebut disampaikan dari reseptor, otak dan efektor. Kecepatan gerak tersebut terjadi karena adanya listrik di dalam sel saraf. Bayangkan jika gerak kalian tidak dipengaruhi listrik, kira-kira apa yang akan terjadi?. Kayaknya mirip HP yang lemot atau seperti kalimat di film spongebob ketika nunggu lama "beberapa menit kemudian."

Artikel kali ini akan membahas bagaimana kelistrikan dalam sel saraf. Baca dengan santai dan sampai tuntas. Jangan lupa dukung blog ini dengan subscribe dan bagikan artikel yang ada di blog IPA MTs ke media sosial kalian. Terima kasih.

Baca juga artikel bermanfaat lainnya :

Proses Terjadinya Listrik pada Sel Saraf

Sel saraf merupakan penyusun dari sistem saraf manusia. Sistem saraf ini berperan sebagai pengatur gerak atau sistem kordinasi tubuh manusia. Segala tindakan manusia baik sadar maupun tidak sadar dipengaruhi oleh sistem saraf ini bahkan gerak organ tubuh dipengaruhi oleh sistem saraf juga. Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat tersusun atas otak, sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakang. Fungsi dari sistem saraf pusat sebagai pengatur gerak tubuh. Sistem saraf tepi disusun oleh saraf sadar (somatik) dan saraf tidak sadar (otonom). Fungsi dari sistem saraf tepi sebagai penghubung antara efektor dengan sistem saraf pusat.

Sel saraf disebut juga neuron. Neuron terdapat di seluruh tubuh manusia dari ujung kepala sampai kaki. Neuron terdiri atas dua jenis yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Neuron sensorik berperan sebagai penerima impuls atau reseptor lalu membawa impuls tersebut ke otak. Neuron motorik berperan sebagai penghantar impuls dari otak ke efektor. Jadi sel saraf bertugas menghantarkan impuls (rangsangan) dari reseptor ke otak lalu ke efektor. Impuls yang diterima sel saraf akan dibawa oleh neurotransmitter dan berupa loncatan muatan listrik. Ingat bukan listrik seperti di rumah ya.. apalagi buat ngechas hp..

Bagaimana proses kelistrikan di dalam sel saraf dapat terjadi? Sebelum membahas itu, sebaiknya kalian memahami dulu struktur sel saraf/neuron. Perhatikan gambar di bawah ini.

listrik mengalir di bagian akson pada sel saraf
Proses Listrik pada Sel Saraf

Struktur sel saraf atau neuron terdiri dari dendrit, badan sel, inti sel, akson (myelin dan nodus ranvier), dan sinapsis. Listrik pada sel saraf terjadi di bagian akson. Akson terdiri dua bagian yaitu myelin dan nodus ranvier. Myelin merupakan selubung lemak berlapis, dihasilkan oleh sel schwan. Fungsi myelin adalah sebagai pemberi nutrisi sel dan insulator (bahan untuk mencegah penghantaran panas atau muatan listrik) sehingga dapat mempercepat impuls melalui loncatan muatan listrik. Nodus ranver merupakan bagian akson yang terbuka atau tidak terbungkus lapisan myelin. Bagian membran atau luar nodus ranvier banyak terdapat ion Na⁺ sehingga bermuatan listrik positif dan bagian dalam terdapat ion Cl⁻ dan ion K⁺ dimana jumlan ion Cl⁻ lebih banyak sehingga bermuatan listrik negatif.

Baca juga artikel bermanfaat lainnya :

Bagaimana peristiwa kelistrikan pada sel saraf dapat terjadi, berikut tahapannya :

  1. Rangsangan/impuls (cubitan, pukulan atau lainnya) diterima oleh tubuh lalu dibawa oleh neurotransmitter.
  2. Neurotransmitter diterima oleh dendrit diteruskan ke badan sel lalu ke akson.
  3. Ketika neurotransmitter memasuki akson terjadi depolarisasi sehingga ion Na⁺ masuk ke dalam akson yang menyebabkan bagian dalam bermuatan positif dan bagian luar bermuatan negatif. Padahal sebelumnya bagian dalam akson bermuatan negatif dan bagian luar bermuatan positif.
  4. Ion K⁺ akan berdifusi keluar menuju membran luar akson dengan membawa muatan listrik positif sehingga tetap terjadi keseimbangan seperti semula. Proses ini dinamakan repolarisasi.
  5. Dengan adanya myelin, maka terjadi loncatan muatan listrik antara satu nodus ranvier ke nodus lainnya sehingga mempercepat penghantaran impuls.
  6. Impuls akan dibawa menuju terminal akson dan diteruskan ke sinapsis yang terhubung dengan sel saraf lainnya sehinnga impuls yang dibawa neurontransmitter akan diteruskan ke sel saraf lainnya.

Menarik bukan? Ternyata di dalam tubuh sendiri sudah ada listrik yang berasal dari ion dan berguna untuk mempercepat penghantaran rangsangan yang diterima lalu oleh otak diolah sehingga kalian dapat dengan cepat melakukan sesuatu sebagai reaksi dari rangsangan yang diterima.

Baca artikel bermanfaat lainnya:

Penutup

Sekian penjelasan tentang kelistrikan pada sel saraf, mudah-mudahan dapat menambah wawasan kalian bagaimana proses penghantaran rangsang atau impuls dengan menggunakan konsep kelistrikan. Mudah-mudahan juga membuat kalian menjadi orang yang banyak bersyukur kepada Allah karena tubuh kalian memiliki proses yang hebat sehingga kalian dapat beraktivitas secara normal dan dapat menjaga tubuh kalian sendiri.

Baca juga :

Cari Artikel

Subscribe

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *