Definisi dan Fase Siklus Haid pada Wanita - IPA MTs

SIKLUS HAID PADA WANITA

Bismillahirrahmanirrahiim

Selamat datang di IPA MTs

Haid merupakan kondisi keluanya sel telur bersama darah karena tidak terjadi pembuahan terhadap sel telur. Menstruasi hanya terjadi kepada wanita saja. Laki-laki tidak akan pernah mengalaminya tetapi kalian harus mengetahui dan memahaminya agar jika kalian punya anak perempuan atau adik, kalian dapat menjelaskannya dan memberikan pengertian kepada anak atau adik kalian.

Haid dikenal juga dengan istilah menstruasi. Wanita yang haid akan mengalami pendarahan di daerah kemaluannya dan itu terjadi selama 6 hari atau paling lama 14-15 hari dengan siklus selama 28 hari. Wanita yang sedang haid biasanya akan mengalami rasa nyeri/sakit di daerah pinggang, badan terasa kurang enak, emosinya tidak stabil (kadang mudah marah, karena pengaruh hormon) dan lemas karena kekurangan zat besi atau anemia. Oleh karena itu, kalian para wanita hendaknya mengkonsumsi pil penambah darah atau mengkonsumsi makanan yang banyak mengadung zat besi seperti sayuran dan buah serta tetap menjaga ketenangan hati dan pikiran kalian.

Haid atau menstruasi menunjukkan seorang wanita sudah baligh dan siap menjadi seorang ibu karena organ reproduksinya sudah menghasilkan sel telur yang dapat dibuahi oleh sel sperma. So, kalian hendaknya menjaga pergaulan kalian dengan laki-laki agar kalian tidak berzina. Ciri awal seorang akan haid pertama kali biasanya ditandai dengan rasa suka ke laki-laki.

Peristiwa haid melibatkan hormon-hormon reproduksi wanita dan terjadi melalui beberapa tahap atau fase. Fase tersebut meliputi pembentukan sel telur, ovulasi dan proses peluruhannya.

Artikel ini akan membahas menstruasi atau hadi pada wanita meliputi definisi, siklus dan fase-fase menstruasi. Baca dengan tenang dan relaks serta sampai tuntas agar kalian tidak gagal paham.

Definisi dan Siklus Haid

Haid merupakan proses peluruhan sel telur (ovum) yang tidak dibuahi oleh sel sperma dari vagina. Peluruhan sel telur ini disertai dengan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Jadi ga usah kaget atau panik, ketika ada di antara kalian baru pertama kali haid. Itu normal ko. 

Haid berfungsi sebagai tanda bahwa tidak terjadi pembuahan di dalam sel telur, maka tidak terjadi kehamilan. Haid terjadi secara teratur dan berulang dari persiapan (pembentukan sel telur), ovulasi, dan peluruhan. Hal tersebut dinamakan siklus. Lama siklus haid kurang lebih 28 hari, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus haid yang sama. Keluarnya darah haid berlangsung kurang lebih 1-2 minggu, bila lebih dari itu dianggap darah penyakit. Wanita muslim yang sedang haid maka dilarang mengerjakan shalat, puasa dan jima’. 

Umur pertama kali wanita haid biasanya 10-15 tahun, tetapi sebagian ada yang lebih lama. Masa tersebut dinamakan masa Puber. Sel telur tidak diproduksi seumur hidup, jadi ada masa di mana sel telur tidak diproduksi. Masa tersebut dinamakan menopause. Biasanya terjadi pada wanita 40 tahun ke atas.

Baca juga artikel bermanfaat lainnya : 

Sistem Organ Reproduksi Manusia : Definisi, Struktur dan Fungsi

Hormon Siklus Haid Siklus haid wanita sangat dipengaruhi oleh hormon. Hormon-hormon yang berperan dalam haid wanita antara lain:

a. Estrogen

Hormon estrogen dihasilkan oleh kelenjar korpus leuteum. Fungsi dari estrogen antara lain berperan dalam pertumbuhan kelamin sekunder pada wanita, proses ovulasi dan pembentukan kembali dinding endometrium setelah haid, serta memicu kembali kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH dan LH (leuteinizing hormone).

b. Progesteron

Hormon progesteron juga dihasilkan oleh korpus luteum. Fungsi hormon pregesteron antara lain mengatur siklus haid, kehamilan dan embryogenesis, menghambat produksi LH agar korpus luteum mengalami degenerasi ketika tidak terjadi fertilisasi, menghambat laktasi saat kehamilan dan mempersiapkan endometrium bersama dengan estrogen untuk implantasi zigot.

c. Folicel Stimulating Hormone (FSH)

Hormon FSH di produksi oleh kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisi di otak. Fungsi dari hormon ini adalah membantu pematangan sel telur dalam ovarium.

d. Luteinizing Hormone (LH)

Hormon LH diproduksi oleh kelenjar pituitari dan berfungsi merangsang ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium.

e. Gonadotropin Hormon (GnRH)

Hormon ini disekresi oleh kelenjar hipotalamus dalam otak, berfungsi mengendalikan dan merangsang pelepasan hormon FSH dan LH. Fase Menstruasi Fase menstruasi adalah tahapan-tahapan yang terjadi saat haid. Fase siklus haid dapat dilihat pada gambar di bawah.

fase menstruasi, fase poliferasi, fase sekretori
Fase Siklus Haid pada Wanita

Berdasakan gambar, siklus haid terdiri atas tiga fase, yaitu :

a. Fase menstruasi

Fase menstruasi merupakan fase dimana dinding rahim luruh. Peluruhan ini menyebabkan wanita yang haid mengeluarkan darah. Lamanya darah yang keluar sekitar 1-2 minggu. Kondisi ini menyebabkan wanita kekurangan sel darah merah, maka disarankan untuk mengkonsumsi pil penambah darah atau makanan yang mengandung zat besi (Fe). 

Pada fase ini hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang rendah karena terjadi peluruhan endometrium. Kemudian hormon FSH (follicle stimulating hormone) merangsang folikel di dalam ovarium untuk berkembang agar menghasilkan ovum baru. 

b. Fase proliferasi (pra ovulasi dan ovulasi).

Setelah endometrium luruh, maka akan dimulai penebalan kembali. Penebalan endometrium karena kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat sebagai akibat dari perkembangan folikel. Peningkatan kadar estrogen dan progesterone menyebabkan dinding endometrium menebal sebagai persiapan bila terjadi pembuahan. Pada fase ini juga terjadi pelepasan sel telur dari ovarium yang dipengaruhi oleh hormon LH. 

c. Fase sekretori.

Pada fase ini, folikel yang telah melepaskan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Kemudian Sel telur akan ditangkap oleh fimbriae dan bergerak ke tuba fallopi. Jika pada saat itu sel telur tidak dibuahi oleh sperma (tidak terjadi fertilisasi), maka akan dikirimkan sinyal tertentu pada korpus luteum untuk tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron lagi. Pada fase ini jumlah hormon estrogen dan progesteron pada perempuan rendah. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah, sehingga wanita akan mengalami menstruasi.

Baca juga artikel bermanfaat lainnya :

Penyakit Reproduksi Mansuia dan Pola Hidup Sehat

Fertilisasi dan Kehamilan

Apabila sel telur yang dilepaskan oleh ovarium dan sperma yang masuk bertemu lalu sperma berhasil masuk ke dalam sel telur, maka saat itulah terjadi fertilisasi. Hasil fertilisasi dinamakan zigot. Setelah fertilisasi, maka zigot akan terus bergerak menuju uterus. Selama bergerak tersebut, zigot akan mengalami pembelahan sel. Pembelahan sel tersebut dinamakan morula sampai hari keempat. Pada hari ke-8 sampai ke-9 zigot/embrio tersebut menempel dan melekat di endometrium. Embrio tersebut akan dilindungi oleh selaput amnion dan cairan ketuban serta memperoleh makanan melalui saluran ari-ari yang terhubung dengan plasenta. Ketika embrio sudah mengimplan di endometrium maka seorang wanita dikatakan sedang hamil. Pertumbuhan dan perkembangan embrio di dalam janin dapat dilihat pada artikel di bawah.

Penutup

Setelah kalian membaca uraian di atas, mudah-mudahan kalian dapat memahami tentang menstruasi dan proses yang terjadi sehingga kalian dapat tetap menjaga kesehatan kalian selama menstruasi dan bersikap serta beraktivitas seperti biasa juga kalian dapat menjaga diri kalian sendiri dari pergaulan-pergaulan yang melanggar norma agama seperti zina.

Cari artikel di situs IPA MTs

Terjemahkan Artikel

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Subscribe