Memahami Konsep Dihibrida pada Tumbuhan - IPA MTs

 Konsep Dihibrida pada Tumbuhan

Dihibrida merupakan persilangan dengan mengambil dua sifat yang berbeda, seperti mangga yang memiliki rasa manis dan ukuran buah yang besar. Tujuan dihibrida yaitu menggabungkan dua sifat yang unggul.

Kenyataannya, persilangan tidak hanya melibatkan satu atau dua sifat tapi banyak sifat. Tetapi pada kesempatan ini, akan dibahas tentang persilangan dengan dua sifat beda saja atau disebut dihibrida.

Persilangan dihibrida sesuai dengan Hukum II Mendel yang menyatakan bahwa dalam pembentukan gamet terjadi pengelompokan alel secara bebas. Mendel membuat eksperimen dengan menggunakan tanaman ercis (pisum sativum). Tanaman ercis berbiji bulat dan berwarna kuning disilangkan dengan tanaman ercis yang berbiji keriput berwarna hijau sehingga dihasilkan maksimal 16 variasi genotip.

Ciri-ciri dari persilangan dihibrida antara lain:

  • Persilangan dikerjakan dengan memperhatikan dua sifat yang berbeda
  • Jumlah gamet yang terbentuk adalah 1 macam untuk individu homozigot sempurna dan 4 macam untuk individu heterozigot sempurna.

  • Keturunan yang dihasilkan paling banyak 16 anakan dengan variasi genotip, dan 4 macam fenotip.

Tujuan dari pembahasan ini adalah sebagai berikut:

  • Menjelaskan cara menyusun gamet berdasarkan genotip individu.

  • Menjelaskan proses persilangan dihibrida melalui contoh.
  • Menentukan rasio fenotip dan genotip beserta persentasenya.

Gamet

Gamet adalah sel kelamin. Gamet memiliki peranan yang penting dalam persilangan baik dihibrida maupun monohibrida. 

Baca juga:

Monohibirda dominan-resesif dan intermediet

Gamet dapat menentukan genotip dan fenotip dari keturunan karena di dalam gamet terdapat alel yang berisi informasi genetik. Jumlah gamet pada dihibrida ditentukan dengan rumus di bawah ini:

Ʃgamet = 2ⁿ

Keterangan : n adalah jumlah alel yang heteraozigot

Dalam persilangan dihibrida, hal yang penting harus diketahui adalah bagaimana menentukan gamet dari suatu genotip. Sesuai dengan hukum II Mendel, setiap alel dari gen akan berkelompok secara bebas, sebagai contoh genotip BbKk, alel penyusunya adalah alel B, b, K dan k, maka gametnya adalah BK, Bk, bK dan bk. Contoh lainnya yaitu genotip BBKk maka alel penyusunya adalah alel B, K dan k sehingga gametnya adalah BK, dan Bk. Kalian perlu diingat, jika gennya homozigot maka alel yang ditulis hanya satu saja.

Proses Dihibrida

Jika kalian ingin memahami proses persilangan dua sifat beda atau dihibrida, sebaiknya kalian cermati proses persilangan di bawah ini.

Kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning dengan genotip BBKK yang sifatnya dominan homozigot sempurna akan disilangkan dengan kacang ercis berbiji keriput berwarna hijau dengan genotip bbkk yang memiliki sifat resesif homozigot sempurna. Adapun proses persilangannya adalah sebagai berikut.

Parental (P1) :

Fenotip --> Bulat Kuning >< Keriput Hijau

Genotip --> BBKK >< bbkk

Gamet --> BK >< bk

Filial (F1) :

Genotip --> BbKk

Fenotip --> Bulat Kuning

Persentase Fenotip --> 100%

Sekarang lakukan persilangan sesama keturunan pertama (F1).

Parental (P2) :

Fenotip --> Bulat Kuning >< Bulat Kuning

Genotip --> BbKk >< BbKk

Gamet --> BK, Bk, bK, bk >< BK, Bk, bK, bk

Filial (F2) : Lihat tabel di bawah ini.

keturunan pada dihibrida bila sesama f1 disilangkan
Tabel Hasil Persilangan F2

Berdasarkan tabel F2 dihibrida di atas, kalian dapat mengetahui, bahwa ketika kacang ercis berbiji bulat dan berwarna kuning dengan genotip yang heterozigot disilangkan dengan fenotip dan genotip yang sama, maka dihasilkan 16 keturunan dengan empat fenotip yang berbeda yaitu kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning, berbiji bulat berwarna hijau, berbiji keriput berwarna kuning dan berbiji keriput berwarna hijau dengan perbandingan jumlah 9:3:3:1. Adapun peluang munculnya fenotip biji bulat warna kuning adalah 56,25%, biji bulat warna hijau adalah 18,75%, biji keruput warna kuning adalah 18,75% dan biji keriput warna hijau adalah 6,25%.

Bagaimana bila F1 (BbKk) disilangkan dengan induk yang memiliki genotip resesif homozigot (bbkk) maka akan dihasilkan empat keturunan dengan fenotip Biji Bulat Warna Kuning berjumlah 1, Biji Bulat Warna Hijau berjumlah 1, Biji Keriput Warna Kuning berjumlah 1 dan Biji Keriput Warna Hijau berjumlah 1. Peluang munculnya masing-masing fenotip tersebut adalah 25%. 

Penutup

Demikian pembahasan mengenai konsep dihibrida pada tumbuhan. Kami berusaha sesederhana mungkin dalam memberikan penjelasan agar mudah dipahami. Bila ada kekurangan, silahkan hubungi kami, agar kami dapat melihat kembali postingan kami kemudian memperbaikinya bila terdapat kesalahan. Terima kasih.

Silahkan baca juga :

Materi Genetik Kromosom dan Gen

Pengaruh Gen Terhadap Sifat Individu

Lihat juga seluruh postingan kami di Daftar Isi

Cari Artikel

Subscribe

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *