Dampak penerapan bioteknologi

DAMPAK PENERAPAN BIOTEKNOLOGI

dampak penerapan bioteknologi terhadap lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi
Ilustrasi dampak penerapan bioteknologi

Bismillahirrahmanirrahiim

Selamat datang di IPA MTs

Bioteknologi merupakan usaha manusia dalam memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur. Penerapan bioteknologi ada yang dilakukan secara konvensional dan modern. Penerapan bioteknologi dalam kehidupan manusia bertujuan untuk memperoleh makanan dan minuman baru, vaksin, antiobiotik, hewan dan tumbuhan yang unggul, juga kebutuhan lainnya.

Selain manfaat yang banyak, penerapan dan pengembangan bioteknologi juga memiliki dampak bagi lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi, jika tidak dikontrol dengan baik. Bahkan dapat mengancam ekosistem yang dapat merugikan manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu pemanfaatan bioteknologi perlu dilakukan secara bijaksana.

Apa saja dampak yang dapat terjadi dari penerapan dan pengembangan bioteknologi. Artikel ini akan menginfokan tentang dampak penerapan dan pengembangan bioteknologi terhadap lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Selamat membaca.

Baca juga : Pengertian bioteknologi konvensional dan modern serta perbedaannya

Dampak bagi Lingkungan

Salah satu hasil penggunaan bioteknologi adalah hewan atau tumbuhan transgenik. Hewan dan tumbuhan transgenik diperoleh melalui modifikasi susunan DNA dalam sel hewan dan tumbuhan tersebut. Bila hewan dan tumbuhan transgenik tidak dikelola dengan baik dapat mencemari keanekaragaman gen yang terdapat dalam lingkungan sehingga dapat merusak plasma nutfah. Plasma nutfah merupakan materi yang membawa sifat suatu mahluk hidup. Pencemaran gen disebut polusi gen.

Polusi gen dapat menyebabkan hilangnya varietas alami dari tanaman melalui penyebaran serbuk sari tanaman transgenik yang menempel pada putik tanaman alami kemudian menjadikan tanaman alami tersebut menjadi tanaman transgenik seluruhnya sehingga menimbulkan penurunan jumlah dan kelangkaan tanaman alami. Hal tersebut mengakibatkan penurunan jumlah plasma nutfah karena tanaman alami sudah berubah menjadi tanaman transgenik.

Selain mengancam keanekaragaman tanaman, keanekaragaman hewan juga terancam. contohnya adalah penyebaran serbuk sari jagung bt yang memiliki gen resisten terhadap pestisida pada daun milkweed yang menimbulkan keracunan dan kematian larva kupu-kupu monarch. Jadi, penggunaan tanaman transgenik juga dapat memunculkan hama baru yang lebih kuat dari hama sebelumnya dan hal itu dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Dampak bagi Kesehatan

Penerapan bioteknologi rekayasa genetika mempunyai dampak terhadap kesehatan karena terdapat DNA rekombinan di dalam sel organisme transgenik. Sebagian masyarakat memiliki kekhawatiran jika mengkonsumsi organisme transgenik dapat memicu munculnya penyakit. Hal tersebut didasarkan pada hasil penelitian terhadap tanaman kacang kedelai transgenik yang mengandung gen kacang brazil, dapat memicu reaksi alergi bagi sebagian orang yang sensitif terhadap kacang Brazil.

Selain bersifat alergen, organisme transgenik juga diduga bersifat karsinogenik. Karsinogenik merupakan zat yang berpotensi menyebabkan kanker. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternak yang diberi makan kentang dan tomat transgenik mengindikasikan kanker pada perutnya, kerusakan ginjal dan organ lainnya, serta perlambatan perkembangan otak. Tanaman transgenik yang diintroduksi dengan antibiotik Kanamicyn R diduga dapat menambah resistensi bakteri dalam tubuh sehingga bakteri tersebut lebih tahan terhadap obat dan antibiotik sehingga penggunaan obat dan antibiotik menjadi kurang efektif.

Baca juga : Produk bioteknologi konvensional

Dampak bagi Sosial dan Ekonomi

Selain memberikan dampak terhadap lingkungam dan kesehatan, penerapan bioteknologi juga memberikan dampak terhadap sosial dan ekonomi. Dampak sosial dan ekonomi dapat timbul bila ada seseorang bermodal besar kemudian mengembangkan pertanian transgenik yang dapat meningkatkan hasil panen menjadi berlimpah dengan kualitas sangat baik lalu menjualnya dengan harga yang lebih rendah dari petani tradisional sehingga menyebabkan petani tradisional kalah bersaing dan mengalami kerugian lalu tidak beroperasi lagi. Begitu juga bila negara maju sudah mengembangkan organisme transgenik lalu memasarkan produknya ke perdagangan internasional. Hal tersebut tentunya membuat negara berkembang kalah bersaing dan dapat menurunkan pendapatan negara berkembang tersebut.

Masalah lainnya yang mungkin timbul adalah tentang hak cipta. Apabila negara maju mematenkan organisme transgeniknya maka akan menyulitkan negara berkembang mengembangkan teknologi transgenik karena sudah dipatenkan kepemilikannya oleh negara maju. Jika suatu negara berkembang menggunakan benih organisme transgenik tanpa seijin dari pemiliknya maka akan melanggar hak cipta.

Penutup

Memang betul penerapan dan pengembangan memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Tetapi perlu dipikirkan juga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan sosial juga ekonomi agar permasalahan-permasalahan tersebut dapat diminimalisir dan diperoleh kesejahteraan bersama.

Demikian pemaparan mengenai dampak bioteknologi, mudah-mudahan dapat menambah wawasan bagi pembaca IPA MTs dan sebagai pengingat agar terus berbuat bijak dalam menggunakan teknologi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Terima kasih.

Bagikan artikel :

Translate