Dampak dan Tanggapan Wabah Covid 19 di Indonesia

Sudut Pandang Guru IPA Tentang Wabah Covid19 di Indonesia

dampak dan tanggapan penyebaran covid 19

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum wr wb.

Usaha pencegahan pandemik covid19 di indonesia sudah dimulai sejak pertengahan bulan maret, kurang lebih sudah 2 bulan. Saat itu madrasah tempat saya mengajar diinstruksikan agar melaksanakan pembelajaran melalui online dan guru-gurunya bekerja di rumah (work from home).

Artikel ini cuma membahas sedikit tentang sebaran covid 19 di dunia, indonesia dan jawa barat serta tanggapan-tanggapan dari orang-orang yang pernah saya temui serta pandangan pribadi saya tentang pandemik ini.

Sebaran Covid 19

Saya akan berikan data dulu tentang penyebaran virus corona. Kalian tahu, sampai saat ini, 07 Mei 2020, di Indonesia dan belahan negara lain masih menghadapi wabah corona virus disease (covid) 19). Wabah ini dikenal dengan Pandemi, karena menyebar ke seluruh wilayah/negara. Menurut data dari covid19.go.id, virus corona sudah menyebar di 215 negara dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 3.634.172 kasus, dengan jumlah kematian ada 251.446 kasus.

Di negara tercinta kita, Indonesia, jumlah orang yang terkonfirmasi corona ada 12.776 kasus bertambah sebanyak 338 kasus, dalam perawatan sebanyak 9.465 kasus, sembuh sebanyak 2381 dan yang meninggal ada 930. Adapun di Jawa Barat, jumlah yang terkonfirmasi ada 1.381, sembuh 182, dan meninggal 90. Data diambil dari website covid19.go.id.

Dampak Covid 19

Pandemik corona ini, tentu akan memiliki dampak bagi kehidupan. Ketika kita akan menilai suatu dampak dari peristiwa, kita hendaknya mencari dampak positif dan negatifnya.

1. Dampak Positif

Dampak positif dari pandemik corona, antara lain :

  1. Orang-orang mulai mempunyai kesadaran dalam menjaga kebersihan diri dan etika saat batuk atau bersin. Bahkan di china (entah ni, benar atau ga), orang-orang mau mempelajari wudhu. Wudhu, selain sebagai ibadah, juga mengajarkan kita agar senantiasa membersihkan diri, karena Kebersihan adalah sebagian dari iman.
  2. Orang tua mulai mendampingi anak-anaknya belajar, karena mengikuti kebijakan pemerintah, yaitu siswa tetap belajar di rumah dan dilaksanakan secara daring. Tentunya ini akan membawa dampak yang baik bagi tumbuh kembangnya anak.
  3. Mengurangi populasi udara, karena aktivitas penggunaan bahan bakar berkurang. Hal tersebut disebabkan oleh orang-orangya lebih banyak tinggal di rumah atau aktivitas pabrik-pabrik berkurang.
  4. Meningkatkan keimanan seorang muslim kepada Allah, karena diperlihatkan kekuasaan dan kebesaran Allah. Agama islam mengajarkan bahwa semua perkara orang mukmin (beriman kepada Allah dan Rasul Nya) adalah baik, ketika dia ditimpa musibah dia akan bersabar, dan ketika dia diberikan nikmat maka dia akan bersyukur. Kedua hal tersbut merupakan perkara yang baik.
  5. Bagi pendidik, pendemik korona ini membuat pendidik dapat mengembangkan potensi dirinya di bidang IT, karena seluruh pembelajaran dilaksanakan secara online/daring.
  6. Timbulnya kesadaran terhadap kepedulian antar sesama.

2. Dampak Negatif

Adapun dampak negatif akibat pendemik korona ini yaitu :

  1. Banyak kematian yang ditimbulkan pandemik korona
  2. Kebebasan agak berkurang
  3. Penurunan pendapatan bagi mereka yang bekerja harian.
  4. Aktivitas pembelajaran berubah dan itu membutuhkan adaptasi yang tidak sebentar
  5. Trafic kunjungan ke web juga mengalami penurunan
  6. Timbul kepanikan global di dalam masyarakat. Contohnya adalah ketika ramai-ramai memborong masker, sehingga harga masker naik berlipat-lipat dari harga normal.
  7. Perubahan kebijakan dalam Pendidikan seperti belajar secara online (bisa meningkatkan pengeluaran buat beli data internet nih).

D. Tindakan

Tindakan apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dan sesama serta selamat dari wabah ini. Ingat masing-masing diri memiliki peran penting, oleh karena itu hendaknya masing-masing diri melakukan :

  1. Ketahui informasi yang benar, jangan terperangkap dalam hoaks dan informasi yang menyesatkan.
  2. Tetap di rumah dan pahami cara mengurangi risiko COVID-19 dan hal yang perlu dilakukan jika orang tersayangi terkena COVID-19.
  3. Sebarkan informasi atau link yang penting melalui whatsapp, facebook, twitter, Instagram atau blog agar orang lain mengetahui informasi dan link yang dapat dipercaya.

E. Tanggapan Masyarakat Terhadap Covid 19

Tanggapan dari beberapa orang yang saya temui beragam dalam menyikapi wabah COVID 19 ini. Nah ini tanggapan-tanggapan dari mereka antara lain :

  • Tukang, “kalau saya tetep di rumah nanti anak istri saya makan apa, jadi walaupun ada corona ya tetep harus bekerja”, ada juga yang komentar “tenang aja, kalau sama tukang sih coronanya takut karena ditubuhnya banyak semen”
  • Temen ngobrol, “dah cukup yang kumpulnya 6 orang aja, tar kalau lebih bisa dibubarin karena dianggap berkerumun, seperti orang panen di sawah, kelihatan ada kerumunan, lalu dibubarin”. Ada juga yang tanggapannya seperti ini “virus corona itu takut sama orang yang merokok karena ga kuat sama asapnya”. gubrak
  • Coment di Blog, “Corona....mengembalikan budaya sehat yang terlupakan...”, “Corona...Mengurangi polusi,dan membuat seseorang lebih dekat kepada keluarga nya...”, “Corona bikin iman naik hehe”..
  • Tukang Es, “enak ya pegawai sih, tetep digaji walaupun libur karena corona” hadeeeh ada-ada aja tanggapannya..hehehe tapi tidak apa-apa, senyum saja.
  • Teman, “Alhamdulillah bisa bersih-bersih rumah”, “mengurangi populasi manusia” langsung saja saya timpali, “kayak berpikirnya Thanos di Avenger” hadeuuh parah kalau gitu mah…hahaha..

F. Pandangan Pribadi

Pandangan saya sebagai guru IPA terhadap pandemik korona. Sebenarnya virus corona itu seberapa bahayanya atau gimana? Jika cuma Self Limited Disease, kenapa dampaknya begitu besar terhadap kehidupan masyarakat, bahkan banyak menimbulkan kematian. Tapi jika memang berbahaya, kenapa harus dibilang cuma penyakit biasa, seperti flu, batuk dan demam. Lalu bisa sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh sendiri, laahh, itu kan umum, jika daya tahan tubuh kita bagus ya insya Allah kita akan sehat.hal tersebut berlaku untuk semua jenis penyakit.

Ada apa dengan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran dan biologi yang sudah maju, tidakkah bisa dengan cepat menemukan vaksin/obat untuk mengatasi virus corona padahal  sudah banyak pasien yang positif corona sembuh, kenapa harus nunggu 18 bulan?. Tolonglah, segera temukan obat atau vaksin agar pandemik korona bisa segera berakhir. Itu yang sebenarnya yang masih mengganjal dalam benak saya. Tapi saya mengajak diri saya dan kalian agar bersama-sama mematuhi instruksi pemerintah untuk STAY AT HOME, PHSYCAL DISTANCING, kemudian dilandasi dengan TAWAKAL KEPADA ALLAH SWT.

G. Penutup

Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir, dan kehidupan bisa berjalan seperti biasanya. Masyarakat juga dapat mematuhi anjuran pemerintah dengan baik dan sepenuh hati, walaupun banyak pertimbangan, agar semua bisa selamat. Selain itu masyarakat bisa saling membantu satu sama lain.

Terima kasih kalian sudah berkunjung di Blog IPA MTs dan membaca artikel ini. Bila ada kalimat yang kurang berkenan, saya memohon maaf. Saya akhiri dengan wallahu ‘alam bishawab

Wassalamualaikum wr wb.

Baca juga postingan IPA MTs lainnya :

Memahami konsep tekanan pada benda padat

Ambil keputusan sendiri untuk hidupmu